-
MAA (6) tewas dianiaya ibu tiri (RN, 30) selama 3 hari di rumahnya, Bogor.
-
Jasad MAA dipenuhi luka parah di sekujur tubuh, bukti kekejaman sang ibu tiri.
-
Polisi Depok tangani kasus, usut motif; warga sebelumnya peduli namun tragedi terjadi.
SuaraBogor.id - Kasus kematian tragis seorang bocah laki-laki berinisial MAA (6) di Perumahan Griya Citayam Permai, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, kini semakin terkuak.
Kepala Desa Rawapanjang, Mohammad Agus, membenarkan bahwa kasus kekerasan yang menyebabkan MAA meninggal dunia tersebut melibatkan ibu tirinya, berinisial RN (30).
Mohammad Agus menjelaskan bahwa insiden memilukan ini terjadi di RT 07/RW 19 wilayahnya dan kini sepenuhnya telah ditangani oleh pihak kepolisian dari Polres Metro Depok.
"Kalau dari info yang kita dapat dari Binmas Babinsa itu memang posisinya ibu tiri," katanya saat dihubungi pada Selasa (21/10/2025).
Menurut keterangan Kepala Desa, korban MAA meninggal dunia di rumahnya sendiri usai dianiaya oleh ibu tirinya. "Korban meninggal dunia di rumah," tukasnya.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, sebelumnya menjelaskan bahwa pengakuan dari RN (30) mengindikasikan bahwa penganiayaan terhadap MAA telah berlangsung selama kurang lebih tiga hari berturut-turut.
Kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di hari keempat.
Saat jasad MAA ditemukan, tim penyidik mendapati fakta mengerikan tubuh bocah malang itu dipenuhi dengan luka-luka parah.
"Korban diketahui ada beberapa luka di sekujur tubuh, di badan, di punggung, di bagian dada, kemudian di bagian wajah," ungkap AKP Made Budi, menggambarkan kondisi pilu yang menjadi bukti dugaan penganiayaan brutal.
Baca Juga: Luka Parah di Sekujur Tubuh Ungkap Kekejian Penganiayaan Ibu Tiri di Bojonggede
Mohammad Agus juga mengungkapkan bahwa pihak warga sekitar di lingkungan rumah korban sebenarnya sudah memberikan perhatian lebih kepada keluarga tersebut, terutama terhadap anak MAA.
"Sebetulnya warga sudah memberikan perhatian ke keluarga itu, apalagi terhadap anak itu. Korban sudah dimakamkan," ucapnya.
Perhatian warga ini menunjukkan bahwa ada kepedulian di lingkungan sekitar, meskipun tidak mampu mencegah terjadinya tragedi.
Saat ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Depok masih terus berupaya keras untuk mengungkap secara tuntas motif di balik penganiayaan keji yang berujung pada kematian MAA.
Tag
Berita Terkait
-
Luka Parah di Sekujur Tubuh Ungkap Kekejian Penganiayaan Ibu Tiri di Bojonggede
-
Pengakuan Keji Ibu Tiri, Siksa Anak 3 Hari Sampai Mati di Griya Citayam Bojonggede
-
Bocah 6 Tahun di Bojonggede Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Polisi Dalami Motif Kekejian Pelaku
-
Benarkah Beli Rokok Ilegal Bisa Dipenjara 5 Tahun? Cek Sanksi Berat untuk Konsumen dan Pedagang
-
Sengketa Lahan 'Panas' Meneror Dekat Rumah Presiden, 5 Tuntutan Warga Bogor Jadi Tamparan Keras BPN
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan