-
Warga Mekarsari resah oleh angkringan yang musiknya keras hingga dini hari, mengganggu kenyamanan meski sudah ditegur.
-
Kericuhan dipicu keresahan warga mencapai puncaknya; Tokoh pemuda membantah keras adanya pemukulan anak anggota DPRD.
-
Angkringan melanggar ketertiban lingkungan karena musik keras, minuman keras, dan pakaian tak sopan; Warga hanya ingin ketenangan.
SuaraBogor.id - Isu pemukulan terhadap anak salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor di Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, kini dibantah keras oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Mekarsari, Dede Firdaus.
Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan telah memicu kesalahpahaman serta kegaduhan di tengah masyarakat.
Menurut Dede, insiden yang terjadi di Angkringan Warles, yang berlokasi dekat Hotel Mekarsari, sama sekali tidak melibatkan kekerasan fisik.
Kejadian itu, kata Dede, hanyalah bentuk penyampaian keluhan warga yang sudah lama merasa terganggu dengan aktivitas angkringan yang kerap menimbulkan kebisingan hingga larut malam.
“Saya tegaskan, tidak ada pemukulan, tidak ada kekerasan. Itu fitnah dan dibesar-besarkan. Warga hanya menyampaikan keluhan karena musik diputar keras sampai dini hari. Bahkan ada warga yang istrinya baru operasi merasa sangat terganggu,” tegas mantan aktivis mahasiswa ini, kepada wartawan, Sabtu 25 Agustus 2025.
Dede menjelaskan bahwa keluhan warga terhadap aktivitas angkringan tersebut sudah berlangsung lama. Pemerintah desa pun telah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Polsek Cileungsi untuk menindaklanjutinya secara resmi.
Bahkan, pihak kepolisian sempat melakukan razia, sehingga kegiatan musik sempat berhenti sementara waktu. Namun, tak lama kemudian, aktivitas bising kembali terjadi.
Ketegangan mencapai puncaknya usai peringatan Maulid Nabi, ketika sekitar 30 warga mendatangi lokasi angkringan untuk menegur pemilik secara langsung.
Dalam momen tersebut, salah satu pengunjung bernama Rangga, yang belakangan diketahui merupakan anak anggota DPRD Bogor, diamankan oleh warga.
Baca Juga: Anak Anggota DPRD Terlibat Kericuhan di Angkringan Cileungsi, Warga: Keresahan Sudah Lama
“Tidak ada tindakan anarkis. Justru [warga] mengamankan anaknya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Pak Kadus dan keluarga Rangga juga melihat langsung. Jadi, laporan yang beredar itu ngawur,” ujar Dede dengan tegas.
Dede menilai, pemberitaan atau isu yang berkembang di luar fakta lapangan justru berpotensi menimbulkan kegaduhan baru di masyarakat. Ia mengingatkan agar pihak-pihak tertentu tidak memelintir fakta demi kepentingan pribadi atau politik.
“Kami tidak anti dengan angkringan. Silakan berdagang, tapi tolong hormati ketenangan warga. Jangan sampai usaha hiburan dijadikan alasan untuk mengganggu lingkungan,” tambahnya.
Melalui klarifikasi ini, Dede Firdaus berharap masyarakat tidak mudah termakan informasi yang belum terverifikasi dan dapat menjaga kondusivitas wilayah. Ia menekankan pentingnya saling menghargai dan menjaga ketertiban lingkungan sebagai kunci utama kerukunan antarwarga.
Tag
Berita Terkait
-
Anak Anggota DPRD Terlibat Kericuhan di Angkringan Cileungsi, Warga: Keresahan Sudah Lama
-
Kades Cikuda AS Resmi Ditahan, Praktik Tanda Tangan Berbayar Dokumen Tanah Berakhir di Jeruji Besi
-
Momen Sunyi Sebelum Badai: Pemutusan Total Air dan Listrik Jadi Tanda Dimulai Era Baru Pasar Bogor
-
Mensos Gus Ipul Bongkar Data: 600 Ribu Penerima Bansos Sikat Uang Rakyat untuk Judi Online
-
Bogor Raya hingga Bali: Ini 7 Lokasi yang Akan Mengubah Sampah Menjadi Harta Karun Listrik
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Fatayat NU Siap Jadi Motor Ekonomi Perempuan di Pelosok Bogor
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 111 Kurikulum Merdeka
-
Wajah Baru Transportasi Bogor: Angkot Tua Bakal Dihapus, Skema Ganti Kendaraan Diperketat
-
Lautan Manusia di Pakansari: UAS dan Bupati Rudy Susmanto Ketuk Pintu Langit untuk Bogor
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 121 Kurikulum Merdeka