-
Pria usia 40 tahunan di kota besar mulai bergeser fokus ke kesehatan. Bersepeda (gowes) menjadi populer sebagai olahraga, hobi, dan simbol status sosial.
-
Memilih sepeda yang nyaman dan stylish penting bagi "bapak-bapak milenial". Rekomendasi termasuk Sepeda Lipat, Gravel Bike, E-Bike, dan Hybrid Bike.
-
Folding Bike unggul karena kepraktisan dan ramah pinggang, sementara Gravel Bike ideal untuk fleksibilitas di berbagai medan jalanan kota.
SuaraBogor.id - Memasuki usia kepala empat atau usia cantik 40 tahun, prioritas gaya hidup pria urban di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung mulai bergeser.
Jika dulu fokus mengejar karier tanpa henti, kini kesadaran akan kesehatan jangka panjang menjadi urgensi. Salah satu cara paling populer untuk menolak tua sekaligus menjaga kebugaran jantung adalah dengan rutin bersepeda atau yang akrab disebut gowes.
Namun, bagi para bapak-bapak, sepeda bukan hanya alat olahraga. Ia adalah simbol status, hobi, dan sarana sosialisasi (Nongkrong sehat).
Memilih sepeda yang tepat di usia ini sangat krusial harus nyaman untuk pinggang yang mulai rentan, namun tetap terlihat stylish dan kekinian saat melintas di jalur Car Free Day (CFD).
Berdasarkan tren pasar dan komunitas sepeda di tahun 2025, berikut adalah 4 rekomendasi sepeda yang wajib dilirik oleh bapak-bapak milenial senior:
1. Sepeda Lipat (Folding Bike) Premium
Ini adalah primadona bagi bapak-bapak yang memiliki mobilitas tinggi dan menyukai kepraktisan. Merek-merek seperti Brompton atau Dahon tipe tinggi masih menjadi raja di jalanan aspal ibu kota.
Kenapa Cocok: Sepeda ini mendukung gaya hidup bike-to-work. Bisa dilipat ringkas, masuk ke bagasi mobil, atau dibawa naik MRT dan KRL.
Faktor Keren: Komunitasnya sangat solid dan high-profile. Memiliki sepeda lipat edisi terbatas seringkali menjadi kebanggaan tersendiri saat kumpul komunitas.
Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Mau Gratiskan Kesehatan dan Pendidikan Negeri-Swasta
Kenyamanan: Posisi duduk tegak, sangat ramah untuk tulang belakang bapak-bapak yang sering pegal linu.
2. Gravel Bike: Si Petualang Tangguh
Sedang menjadi tren panas dalam dua tahun terakhir, Gravel Bike adalah jawaban bagi mereka yang bosan dengan Road Bike murni namun ingin kecepatan lebih dari sepeda gunung.
"Sepeda jenis gravel memberikan fleksibilitas luar biasa, bisa ngebut di aspal tapi tetap nyaman saat menghajar jalanan berlubang atau tanah, cocok untuk infrastruktur kota kita yang tidak selalu mulus," ujar salah satu penggiat komunitas Gravel.
Kenapa Cocok: Ban yang sedikit lebih lebar dari balap biasa memberikan stabilitas ekstra.
Gaya: Tampilan stang drop bar membuat pengendaranya terlihat sporty dan muda.
3. E-Bike (Sepeda Listrik Pedal Assist)
Jangan gengsi dulu! Sepeda listrik jenis pedal assist (bukan motor listrik) sedang naik daun di kalangan eksekutif muda dan bapak-bapak usia matang. Merek seperti Polygon atau Specialized Turbo menawarkan model yang sangat elegan.
Kenapa Cocok: Teknologi assist-nya membantu saat tanjakan atau saat tenaga mulai habis. Ini memungkinkan Anda gowes lebih jauh tanpa takut kehabisan napas atau cedera lutut.
Manfaat: Tetap membakar kalori, tapi dengan risiko kelelahan ekstrem yang lebih rendah. Sangat direkomendasikan untuk pemulihan atau pemula di usia 40-an.
4. Hybrid Bike: Kombinasi Sempurna
Jika bingung memilih antara sepeda gunung yang berat atau sepeda balap yang membungkuk, Hybrid Bike adalah jalan tengah terbaik.
Fitur Utama: Menggunakan stang datar (flat bar) seperti MTB untuk kontrol maksimal, namun dengan ban yang lebih tipis untuk kecepatan di jalan raya.
Target Pengguna: Bapak-bapak yang ingin bersepeda santai (commuting) di akhir pekan bersama keluarga tanpa harus memakai jersey ketat.
Tips Sebelum Membeli
Sebelum memutuskan meminang salah satu dari empat jenis di atas, pastikan melakukan bike fitting. Di usia 40 tahun, penyesuaian tinggi sadel dan jangkauan stang sangat vital untuk menghindari cedera sendi. Jangan sampai niat cari sehat malah berakhir di tukang urut.
Berita Terkait
-
Bupati Bogor Rudy Susmanto Mau Gratiskan Kesehatan dan Pendidikan Negeri-Swasta
-
Nggak Perlu Mahal! 3 Sepeda Rp1 Jutaan Jadi Incaran Pekerja dan Anak Muda di Tengah Tren Hidup Sehat
-
Sepeda Harga 2 Jutaan Terbaik November 2025: Rekomendasi Jagoan Lipat dan MTB untuk Pemula
-
Program Makan Bergizi Gratis di Bogor Picu Keracunan Massal, Bakteri Ditemukan di Telur hingga Saus
-
Lebih Dekat dengan Masyarakat, Prudential Ajak Warga Bogor Cegah Kanker Serviks Lewat Ini
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Ucapkan Selamat Tinggal Macet! Jalur Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Mulai Dibangun
-
Ini 4 Lokasi Takjil Paling Lengkap dan Murah untuk Buka Puasa di Ciawi Bogor
-
Langka! Cap Go Meh Bogor 2026, Saat Budaya Tionghoa Berpadu Syahdu dengan Buka Puasa Ramadan
-
Pastikan Jalur Mudik Lebaran 2026 Aman, Pemkab Bogor Keroyok Perbaikan Jalan Parung-Kemang
-
Simbol Kerukunan Bogor, Hangatnya Bukber dan Santunan Dedie A Rachim di Rumah Ibadah Tionghoa