-
Ribuan calon jemaah haji Bogor batal berangkat tahun 2026 karena skema kuota nasional baru. Kuota Jawa Barat turun signifikan berdasarkan UU No. 14/2025.
-
Perubahan skema kuota haji menyebabkan tekanan emosional dan kecemasan berat, terutama pada jemaah lanjut usia, akibat penundaan mendadak.
-
FK KBIHU meminta pembimbing haji melakukan pendampingan intensif. Hal ini untuk menguatkan psikologis jemaah yang tertekan dan menunggu keberangkatan.
SuaraBogor.id - Kabar kurang mengenakkan datang bagi ribuan warga Kabupaten dan Kota Bogor yang telah lama menabung rindu untuk mengunjungi Baitullah. Harapan untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 2026 terpaksa pupus setelah pemerintah menerapkan skema baru pembagian kuota nasional.
Kebijakan ini menyebabkan Provinsi Jawa Barat, yang notabene memiliki basis massa Islam terbesar, justru mengalami pengurangan kuota yang sangat signifikan.
Fenomena ini bukan sekadar angka statistik, melainkan pukulan telak bagi sisi emosional para calon jemaah. Bayangkan, setelah menunggu belasan tahun dan melihat nama mereka masuk estimasi keberangkatan di aplikasi Satu Haji, tiba-tiba status tersebut berubah.
Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPP Forum Komunikasi KBIHU (FK KBIHU), Dr Desi Hasbiyah, menyoroti dampak psikologis yang masif ini.
“Banyak jamaah yang awalnya sudah siap berangkat tahun depan harus menerima kenyataan ditunda. Ini menciptakan tekanan emosional yang cukup berat,” ujarnya Kamis (20/11/2025).
Perubahan drastis ini adalah konsekuensi dari penerapan Pasal 13 ayat 2b UU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Regulasi anyar ini mengubah basis penetapan kuota. Jika sebelumnya kuota dibagi berdasarkan proporsi jumlah penduduk Muslim, kini pemerintah menggunakan proporsi daftar tunggu antardaerah sebagai acuan utama.
Niat pemerintah mungkin baik, yakni mendekatkan asas keadilan antardaerah agar masa tunggu tidak terlalu jomplang antarprovinsi. “Skema ini memang dimaksudkan untuk keadilan, tetapi dari sisi sosial, ada kejutan besar yang harus ditangani dengan baik,” ucap Desi.
Namun, data di lapangan menunjukkan penurunan angka yang cukup membuat shock warga Jawa Barat:
- Kuota Provinsi Jawa Barat: Turun drastis dari 38.723 menjadi 29.643 jemaah.
- Kabupaten Bogor: Terpangkas lebih dari separuh, dari 3.189 menjadi hanya 1.598 kuota.
- Kota Bogor: Menyusut dari 929 menjadi 603 jemaah.
Desi menjelaskan bahwa penundaan mendadak ini memicu stres. “Pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah mereka masih sempat berhaji di usia mereka sekarang. Itu menjadi kecemasan utama,” kata Desi yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Ibn Khaldun.
Baca Juga: Merasa Diganggu Terus-Menerus, Penjual Pecel Lele di Cileungsi Lampiaskan Dendam ke Anggota Ormas
Menghadapi situasi krisis ini, peran support system sangat vital. Desi meminta para pembimbing ibadah haji serta tokoh masyarakat untuk turun gunung melakukan pendampingan intensif. Narasi yang dibangun harus mampu menenangkan batin jemaah.
“Kami memandang perlunya perhatian serius pada kondisi batin jemaah. Mereka tidak boleh dibiarkan menghadapi ketidakpastian sendirian,” tegasnya. [Antara].
Berita Terkait
-
Merasa Diganggu Terus-Menerus, Penjual Pecel Lele di Cileungsi Lampiaskan Dendam ke Anggota Ormas
-
Waspada! Kabupaten Bogor Juara 1 Daerah Paling Rawan Bencana se-Jawa Barat
-
Razia Pajak 3 Hari di Simpang Sentul Bogor: Siapa Belum Bayar Kena Cekal!
-
Bikin Penasaran! Abdul Khoir Punya Rencana Ini Untuk Susukan Bojonggede
-
Jalur 4 Stasiun Depok Lumpuh Sempat Kacaukan KRL, Sekarang Rute Bogor-Jakarta Normal Lagi
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
DPRD Kota Bogor Gelar Rapat Paripurna, Bahas Raperda Strategis Demi Perkuat Pembangunan Kota
-
Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Masyarakat Perkuat Partisipasi Politik Lewat Podcast KPU
-
Ikut Masuk Saat Penggeledahan, Ketua RW Sentul Lihat Foto Wanita Misterius di Dalam Rumah
-
Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter, DPRD Desak Wali Kota Bogor Segera Terbitkan Perwali LGBTQ
-
Buntut Keributan Viral, Satpol PP Kota Bogor Sidak Tipzy Bears dan Sita Puluhan Botol Miras Ilegal