-
Dittipidnarkoba Bareskrim menetapkan MR sebagai kurir narkoba yang membawa 207.529 butir ekstasi. MR merupakan residivis kasus narkoba.
-
Lencana Polri di mobil MR diklaim sudah ada saat pembelian kendaraan dan merupakan suvenir yang dijual bebas, tidak mengindikasikan keterlibatan instansi.
-
MR ditangkap Bareskrim setelah kecelakaan di Tol Trans Sumatera saat membawa ekstasi dan membuangnya ke jurang. Ia diperintahkan oleh DPO berinisial U.
SuaraBogor.id - Kecelakaan tunggal yang terjadi di ruas Jalan Tol Trans Sumatera KM 136B, Lampung, pada Kamis (20/11) lalu ternyata bukan insiden lalu lintas biasa.
Di balik ringseknya sebuah mobil hitam yang ditinggalkan pengemudinya, tersimpan dua kejutan besar: ratusan ribu butir ekstasi dan sebuah lencana Polri yang memicu spekulasi liar di media sosial.
Penemuan atribut kepolisian di dalam kendaraan pelaku kejahatan seringkali memantik isu sensitif mengenai keterlibatan orang dalam.
Menanggapi hal ini, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bergerak cepat memberikan klarifikasi agar tidak terjadi disinformasi di kalangan publik.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa benda tersebut tidak menunjukkan keterlibatan institusi kepolisian dalam jaringan narkoba ini.
Berdasarkan penyidikan mendalam terhadap tersangka berinisial MR, lencana itu hanyalah aksesoris bawaan mobil bekas yang dibelinya.
“Berdasarkan keterangan tersangka, pada saat membeli kendaraan, lencana Polri tersebut sudah ada,” kata Eko di Jakarta, Senin.
Ia juga menambahkan bahwa aksesori semacam itu sangat mudah didapatkan oleh masyarakat sipil dan seringkali disalahgunakan untuk gagah-gagahan di jalan raya.
“Lencana tersebut merupakan suvenir yang bisa dibeli di mana saja, khususnya toko perlengkapan TNI/Polri sehingga tidak mengindikasikan keterlibatan suatu instansi mana pun,” ucapnya.
Baca Juga: Bogor Darurat! 3.000 Personel Gabungan Disiagakan, Respon Kilat Perintah Kapolri
Drama penangkapan ini bermula dari kepanikan MR. Saat itu, ia sedang membawa muatan "panas" berupa 207.529 butir ekstasi dari Palembang menuju Jakarta. Nahas, mobilnya mengalami kecelakaan hebat saat hendak menuju Pelabuhan Bakauheni.
Dalam kondisi terdesak, MR melakukan tindakan nekat untuk menghilangkan jejak.
“Dikarenakan kondisi panik dan takut setelah keluar dari kendaraan, MR berusaha mengeluarkan lima tas berisi ekstasi dan membuang tas tersebut ke jurang samping jalan tol,” kata Eko menjelaskan situasi di TKP.
Namun, upaya pelarian MR tidak bertahan lama. Tim gabungan Subdit 4 dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil mengendus jejaknya hingga ke wilayah Banten.
“Pada Minggu, 23 November 2025, MR dan keluarga pergi menuju Tigaraksa, Tangerang, Banten. Akhirnya MR berhasil diamankan oleh tim gabungan Subdit 4 dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” lanjut Eko.
Drama belum berakhir saat penangkapan. MR yang ternyata merupakan residivis kasus sabu tahun 2013 ini mencoba melawan dan kabur saat diminta menunjukkan jaringan lainnya. Akibatnya, polisi terpaksa melumpuhkannya.
Berita Terkait
-
Bogor Darurat! 3.000 Personel Gabungan Disiagakan, Respon Kilat Perintah Kapolri
-
Hasil Ekshumasi Jasad Anak di Bojonggede, Korban Tewas Akibat Pukulan Benda Tumpul Misterius
-
Jam Operasional Truk Tambang di Bogor Direlaksasi Pagi hingga Sore: Perbup Sementara Dikesampingkan
-
Diterpa Isu Mundur, Kapolri Jenderal Sigit Jawab Tegas: Kita Prajurit, Kapan Saja Siap
-
Pemkab Bogor, Polres dan Kodim Bersinergi Perluas Dapur Makan Bergizi untuk Pelajar
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Realisasi Anggaran BTT Pemkab Bogor Baru 41 Persen, Sisa Rp52,1 Miliar Disiapkan untuk Bencana
-
McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir