-
Bagi pria usia 28-35 tahun, bersepeda menjadi solusi fun exercise dan healing di tengah kesibukan. Pasar sepeda bekas branded turun harga, ini waktu tepat untuk membeli.
-
Rekomendasi utama sepeda bekas adalah Road Bike Polygon Strattos (3-5 jutaan), Sepeda Lipat Dahon/Tern untuk kepraktisan, serta Minivelo atau Federal Reborn.
-
Sepeda bekas menawarkan opsi untuk tampil sporty tanpa biaya besar. Pilihan mencakup sepeda balap cepat, lipat efisien, minivelo bergaya, hingga Federal untuk nostalgia.
SuaraBogor.id - Memasuki usia 28 hingga 35 tahun, prioritas hidup seorang pria biasanya mulai bergeser. Di tengah kesibukan mengejar karier dan mengurus keluarga kecil, kebutuhan akan olahraga yang menyenangkan alias fun exercise menjadi sangat krusial.
Bersepeda seringkali menjadi pilihan utama bukan hanya untuk kesehatan jantung, tapi juga untuk menjaga kewarasan mental atau healing tipis-tipis di akhir pekan.
Namun, kendala utama seringkali muncul di masalah anggaran. Membeli sepeda baru dengan spesifikasi mumpuni harganya bisa setara dengan uang muka motor. Kabar baiknya, pasar sepeda bekas di tahun 2025 ini sedang sangat seksi.
Harga sepeda bekas branded yang sempat melambung saat pandemi kini sudah terkoreksi turun drastis, menjadi momen emas bagi Anda untuk meminangnya.
Bagi Anda bapak-bapak muda yang ingin tampil sporty tanpa harus "boncos", berikut adalah kurasi rekomendasi sepeda bekas yang paling worth it:
1. Polygon Strattos S2 / S3 (Tahun 2019-2022)
Bagi yang ingin menjajal aspal mulus Ibukota atau rute Sudirman-Thamrin saat Car Free Day, seri Road Bike entry-level dari Polygon ini adalah rajanya. Di pasar barang bekas, seri Strattos S2 atau S3 bisa didapatkan dengan harga yang sangat masuk akal (kisaran 3-5 jutaan).
Keunggulannya ada pada frame alloy yang ringan dan fork yang sudah carbon (untuk seri tertentu). Sepeda ini memberikan kesan profesional dan cepat, cocok untuk Anda yang ingin membakar kalori secara intensif dalam waktu singkat. Suku cadangnya pun melimpah.
2. Dahon atau Tern Link Series (Sepeda Lipat)
Baca Juga: Ini 4 Rekomendasi Sepeda Anak Usia 3-6 Tahun di Bawah Rp1 Juta, Awet dan Melatih Motorik
Jika mobilitas dan kepraktisan adalah prioritas, jangan tergiur sepeda lipat murah tanpa merek. Lebih baik berburu merek legendaris seperti Dahon atau Tern dalam kondisi bekas.
Di rentang usia 30-an, efisiensi adalah kunci. Sepeda ini bisa dilipat rapi, masuk ke bagasi mobil city car, atau dibawa naik KRL/MRT saat bike to work. Kualitas lipatannya kokoh dan tidak mudah oblak, berbeda jauh dengan merek tiruan. Nilai jual kembalinya pun sangat stabil.
3. Minivelo (Java atau Rakitan Frame Lokal)
Ingin tampil beda dan skena? Minivelo adalah jawabannya. Sepeda dengan roda kecil (20 inci) namun frame non-lipat ini sedang tren di kalangan bapak-bapak muda kota besar seperti Jakarta dan Bandung.
Carilah merek bekas seperti Java atau bahkan rakitan custom dari frame lokal. Sepeda ini sangat fotogenik untuk konten media sosial, lincah bermanuver di kemacetan, dan akselerasinya cukup mengejutkan. Cocok untuk Anda yang mementingkan estetika dan gaya.
4. Federal "Jadul" Reborn
Ada pesona tersendiri menunggangi sepeda besi tua yang direstorasi. Sepeda gunung (MTB) era 90-an merek Federal kini kembali naik daun. Di usia yang mulai matang, unsur nostalgia seringkali menjadi daya tarik.
Membeli Federal bekas yang sudah direstorasi menjadi konsep Commuter atau Touring sangat direkomendasikan. Selain frame-nya yang terkenal badak (kuat), sepeda ini sangat nyaman karena bahan bajanya meredam getaran jalanan rusak lebih baik daripada aluminium.
Berita Terkait
-
Ini 4 Rekomendasi Sepeda Anak Usia 3-6 Tahun di Bawah Rp1 Juta, Awet dan Melatih Motorik
-
Back to School! 4 Rekomendasi Sepeda Sekolah Murah dan Nyaman, Mulai 1 Jutaan Aja
-
4 Rekomendasi Sepeda Goes Kekinian untuk Bapak-Bapak Usia 40 Tahun: Tetap Hits dan Sehat
-
Nggak Perlu Mahal! 3 Sepeda Rp1 Jutaan Jadi Incaran Pekerja dan Anak Muda di Tengah Tren Hidup Sehat
-
Sepeda Harga 2 Jutaan Terbaik November 2025: Rekomendasi Jagoan Lipat dan MTB untuk Pemula
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Langka! Cap Go Meh Bogor 2026, Saat Budaya Tionghoa Berpadu Syahdu dengan Buka Puasa Ramadan
-
Pastikan Jalur Mudik Lebaran 2026 Aman, Pemkab Bogor Keroyok Perbaikan Jalan Parung-Kemang
-
Simbol Kerukunan Bogor, Hangatnya Bukber dan Santunan Dedie A Rachim di Rumah Ibadah Tionghoa
-
Tersangka AF Lawan Arus di Cibinong Hingga Menelan Korban Jiwa, Hasil Tes Urine Dinanti
-
Polres Bogor Resmi Tahan Majikan ASN BPK Pelaku KDRT ART di Gunung Putri