-
Kinerja Nyata Wakil Rakyat Heri Gunawan (Kang Hergun) berhasil merealisasikan ratusan aspirasi warga Dapil IV Kabupaten Bogor dengan nilai program fantastis mencapai Rp11,8 miliar sejak dilantik menjadi anggota DPRD.
-
Fokus Sektor Pertanian dan Hunian Sebagai anak petani, Hergun memprioritaskan bantuan jalan usaha tani, irigasi, serta renovasi ratusan rumah tidak layak huni melalui program Rutilahu dan BSPS bagi warga Bogor Barat.
-
Kolaborasi Infrastruktur dan Sosial Melalui kerja sama dengan DPR RI, Hergun menghadirkan akses air bersih, penerangan jalan tenaga surya, hingga beasiswa pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat pedesaan.
Heri Gunawan menjelaskan, Rumah yang layak merupakan pondasi keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Warga kurang mampu tidak perlu lagi memikirkan bagaimana memperbaiki rumahnya, mereka hanya tinggal memikirkan bagaimana menghidupi keluarganya.
"Pemerintah Kabupaten Bogor terus memberikan peluang ekonomi seperti pembangunan secara swadaya, program Magang kerja dan program-program lainnya yang membuka peluang pekerjaan baru untuk menekan angka pengangguran," jelas dia.
Kang Hergun menjelaskan, Rutilahu itu merupakan program meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dengan menyediakan hunian yang sehat, aman, dan layak huni dengan cara memperbaiki atau membangun kembali rumah yang rusak, mengatasi kemiskinan, menurunkan angka stunting, serta menata kawasan kumuh.
"Dengan begitu, masyarakat bisa hidup lebih sejahtera dan keluarga dapat berfungsi optimal. Rumahnya kita bantu, peluang pekerjaannya sudah disiapkan," jelas dia.
Sementara, program BSPS dari Pemerintah Pusat melalui Marlyn Maisarah diperuntukkan untukmembantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki atau meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah sehat, aman, dan layak huni secara mandiri (swadaya), melalui pemberian stimulan dana, material, dan pendampingan teknis.
"Program ini juga sekaligus mendorong gotong royong dan menggerakkan ekonomi lokal menggunakan material serta tenaga kerja setempat," jelas dia.
Kang Hergun menyakini kolaborasi antara wakil rakyat daerah dan pusat serta pemerintah Kabupaten Bogor yang berjalan dengan baik itu, akan mempercepat penumbuhan ekonomi masyarakat, menekan angka kemiskinan hingga memperbanyak lapangan kerja.
"Saya meyakini, program kolaboratif ini merupakan program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Mudah-mudahan amanah ini bisa terus dirasakan oleh warga Kabupaten Bogor khususnya Bogor Barat," jelas dia.
Kebutuhan Air dan Infrastruktur Bagi Warga Desa
Baca Juga: Muak Terjebak One Way Puncak? Intip Pesona Cijeruk, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Salak
Kolaborasi Kang Hergun dan Ibu Marlyn Maisarah tidak hanya pada sektor pertanian dan bantuan perseroan, tapi juga fokus pada pembangunan infrastruktur yang bisa dirasakan ratusan hingga ribuan masyarakat.
Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) diturunkan Marlyn Maisarah melalui Kang Hergun pada satu titik wilayah Bogor Barat. Program strategis Kementerian PUPR untuk membangun infrastruktur dasar pedesaan itu dirasakan oleh ribuan masyarakat sekian.
"Program ini bisa berupa pembangunan jalan, jembatan ataupun sanitasi, disesuaikan dengan kebutuhan dasar pada desa tersebut," kata dia.
Program bernilai ratusan juga itu dilakukan pendekatan pemberdayaan masyarakat alias Padat Karya. Sehingga, warga tidak hanya merasakan hasil bangunannya, tapi juga turut ikut proses pembangunan PISEW itu.
"Ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mengurangi kesenjangan wilayah, dan menciptakan konektivitas, dengan memanfaatkan tenaga kerja dan sumber daya lokal," jelas dia.
Tak hanya itu, Marlyn Maisarah melalui Heri Gunawan juga menurunkan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di satu titik wilayah Bogor Barat.
Berita Terkait
-
Muak Terjebak One Way Puncak? Intip Pesona Cijeruk, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Salak
-
Warga Klapanunggal Bogor Temukan Mayat Anak Membengkak di Samping Ibu Lansia yang Lemas
-
Wajah Baru Refleksi Akhir Tahun Bogor: Antara Doa, Syukur dan Dukungan untuk Pedagang Kecil
-
Tanpa Pesta Pora, Pemkab Bogor Pilih Peluk 1.200 Yatim dan Lansia di Penghujung 2025
-
Siap-siap! Warga Bogor Barat Bakal Punya Tempat Nongkrong Semi Mall Baru
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Sentuhan Nostalgia di D'Kambodja Heritage, Kuliner Semarang Karya Anne Avantie yang Kian Berkembang
-
Berawal Sederhana, BRILink Agen di Bakauheni Tumbuh Jadi Tulang Punggung Layanan Transaksi
-
Desa BRILiaN Tompobulu Jadi Contoh Sukses Pengembangan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal dan Teknologi
-
Ekosistem Usaha Terintegrasi, Empang Baru Jadi Desa Ekonomi Mandiri
-
Kemenkes Turun Tangan Selidiki Kasus Kematian Dokter Internship di RSUD Pagelaran Cianjur