Andi Ahmad S
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:56 WIB
Tangkapan Layar Lubang Tambang Emas Antam Bogor [Ist]
Baca 10 detik

Peristiwa dugaan kebocoran gas beracun di tambang emas wilayah Nanggung, Bogor, mengakibatkan ratusan orang terjebak. Sebanyak seratus dua puluh orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tragis yang terjadi hari ini.

Pihak kepolisian saat ini sedang mendalami kebenaran informasi mengenai jatuhnya korban jiwa di area tambang Antam. Petugas belum bisa masuk ke lokasi karena kondisi di dalam masih dipenuhi asap pekat.

Kapolsek Nanggung menegaskan bahwa jumlah korban dan penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan intensif. Informasi yang beredar di pesan berantai media sosial hingga kini statusnya belum bisa dinyatakan akurat.

Satu fakta penting yang digarisbawahi oleh pihak kepolisian adalah status para korban yang diisukan tersebut. AKP Ucup menegaskan bahwa jika memang ada korban, mereka bukanlah pekerja resmi perusahaan.

"Belum tentu gas beracun, belum tentu, kalau yang jelas bukan longsor bukan dan bukan karyawan antam," tambah dia.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa insiden ini kemungkinan besar terjadi di lubang-lubang tikus yang biasa digali oleh para penambang emas tanpa izin atau yang kerap disebut gurandil.

Aktivitas gurandil di wilayah Nanggung memang kerap menjadi sorotan karena mengabaikan standar keselamatan kerja (K3), sehingga sangat rentan terhadap risiko paparan gas beracun di bawah tanah maupun longsor.

Terkait angka 700 orang terjebak dan 120 orang tewas yang viral, polisi meminta masyarakat, khususnya generasi milenial yang aktif di media sosial, untuk tidak menelan mentah-mentah informasi tersebut.

Hingga detik ini, belum ada data valid yang bisa dipertanggungjawabkan karena akses ke lokasi utama (TKP) sangat sulit dan jauh.

"Belum kita juga msh di antam ini sama antam. nunggu (laporan) dari pihak antamnya, ini memastikannya ke sana jauh juga," kata dia menjelaskan kendala medan.

Polisi menekankan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan validasi data adalah prioritas utama saat ini. "Tapi yang jelas belum akurat belum pasti, karena kita ga sembarang masuk juga. belum tentu benar, masih diselidiki," tutup dia.

Kontributor : Egi Abdul Mugni

Baca Juga: Jangan Sampai Menginap di Stasiun! Cek Jadwal KRL Terakhir Jakarta-Bogor Malam Ini 13 Januari

Load More