Peristiwa dugaan kebocoran gas beracun di tambang emas wilayah Nanggung, Bogor, mengakibatkan ratusan orang terjebak. Sebanyak seratus dua puluh orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tragis yang terjadi hari ini.
Pihak kepolisian saat ini sedang mendalami kebenaran informasi mengenai jatuhnya korban jiwa di area tambang Antam. Petugas belum bisa masuk ke lokasi karena kondisi di dalam masih dipenuhi asap pekat.
Kapolsek Nanggung menegaskan bahwa jumlah korban dan penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan intensif. Informasi yang beredar di pesan berantai media sosial hingga kini statusnya belum bisa dinyatakan akurat.
Satu fakta penting yang digarisbawahi oleh pihak kepolisian adalah status para korban yang diisukan tersebut. AKP Ucup menegaskan bahwa jika memang ada korban, mereka bukanlah pekerja resmi perusahaan.
"Belum tentu gas beracun, belum tentu, kalau yang jelas bukan longsor bukan dan bukan karyawan antam," tambah dia.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa insiden ini kemungkinan besar terjadi di lubang-lubang tikus yang biasa digali oleh para penambang emas tanpa izin atau yang kerap disebut gurandil.
Aktivitas gurandil di wilayah Nanggung memang kerap menjadi sorotan karena mengabaikan standar keselamatan kerja (K3), sehingga sangat rentan terhadap risiko paparan gas beracun di bawah tanah maupun longsor.
Terkait angka 700 orang terjebak dan 120 orang tewas yang viral, polisi meminta masyarakat, khususnya generasi milenial yang aktif di media sosial, untuk tidak menelan mentah-mentah informasi tersebut.
Hingga detik ini, belum ada data valid yang bisa dipertanggungjawabkan karena akses ke lokasi utama (TKP) sangat sulit dan jauh.
"Belum kita juga msh di antam ini sama antam. nunggu (laporan) dari pihak antamnya, ini memastikannya ke sana jauh juga," kata dia menjelaskan kendala medan.
Polisi menekankan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan validasi data adalah prioritas utama saat ini. "Tapi yang jelas belum akurat belum pasti, karena kita ga sembarang masuk juga. belum tentu benar, masih diselidiki," tutup dia.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Baca Juga: Jangan Sampai Menginap di Stasiun! Cek Jadwal KRL Terakhir Jakarta-Bogor Malam Ini 13 Januari
Berita Terkait
-
Jangan Sampai Menginap di Stasiun! Cek Jadwal KRL Terakhir Jakarta-Bogor Malam Ini 13 Januari
-
6 Fakta Mencekam Demo Tambang Cigudeg: Dari Blunder Ucapan Camat hingga Janji Manis Bupati Rudy
-
Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
-
Buntut Demo Besar Cigudeg, Rudy Susmanto Bawa Kabar Pasti: 15 Ribu Penerima Bansos Segera Dibayar
-
Hujan Batu di Cigudeg: Protes Penutupan Tambang Oleh Dedi Mulyadi Berujung Kericuhan
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam
-
Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026