Andi Ahmad S
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:55 WIB
Kondisi di Koramil Nanggung Saat Bupati Bogor dan Kapolres Bogor datang Meninjau lokasi Asap di Antam [Andi Ahmad S/Suarabogor]
Baca 10 detik
  • Lima pria dilarikan ke klinik di Nanggung, Bogor, dengan gejala sesak napas dan sakit kepala hebat tanpa luka fisik, tak lama setelah insiden asap tebal di tambang Antam.

  • Meski manajemen Antam menyatakan karyawan resmi aman, muncul dugaan kuat bahwa penambang ilegal (gurandil) menjadi korban paparan gas berbahaya yang merembes masuk ke lubang-lubang tikus di sekitar area.

  • Kepolisian sedang menyelidiki keterkaitan antara kelima pasien misterius tersebut dengan insiden asap Antam, guna memastikan apakah mereka merupakan penambang tanpa izin yang terjebak di lokasi saat kejadian.

SuaraBogor.id - Teka-teki mengenai adanya korban dalam insiden munculnya asap tebal di lubang pertambangan PT Antam UPBE Pongkor, Bogor, perlahan mulai menemukan titik terang.

Meski manajemen PT Antam telah menegaskan bahwa seluruh karyawannya aman dan tidak ada yang menjadi korban, fakta di lapangan menunjukkan fenomena yang mencurigakan.

Baru-baru ini, beredar kabar bahwa sejumlah penambang emas tanpa izin (PETI) atau yang akrab disebut gurandil diduga kuat menjadi korban paparan asap gas tersebut.

Dugaan ini semakin menguat setelah ditemukannya lima orang pasien laki-laki yang dilarikan ke salah satu klinik di wilayah Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, tak lama setelah insiden terjadi.

Berdasarkan penelusuran SuaraBogor dan informasi yang dihimpun, kelima pasien tersebut datang dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

Dalam beberapa foto dokumentasi yang beredar terbatas, terlihat para pasien pria tersebut berbaring tak berdaya di atas kasur klinik dengan latar belakang dinding berwarna hijau.

Mereka tampak mendapatkan penanganan medis intensif berupa bantuan oksigen. Pemandangan ini sejalan dengan gejala orang yang terpapar gas berbahaya atau kekurangan oksigen di ruang tertutup, seperti di dalam lubang tambang.

Dokter Umum Klinik yang menangani pasien-pasien tersebut, dr. Aditya, memberikan keterangan medis yang memperkuat dugaan adanya paparan gas.

Tangkapan Layar Dugaan Para Penambang Emas Ilegal di Pongkor Bogor Terjebak [Dok Warga]

Ia mengungkapkan bahwa kelima pasien datang dengan keluhan seragam, namun anehnya tidak memiliki tanda-tanda kekerasan fisik atau kecelakaan kerja biasa (seperti tertimpa batu).

Baca Juga: 6 Fakta Jalan Khusus Tambang Bogor Senilai Rp100 Miliar yang Wajib Kamu Tahu

"Tidak ada luka yang menyertai tubuhnya tidak ada yang bagian luar. Keluhan utamanya itu sesak, sakit kepala," ujarnya kepada wartawan.

Gejala klinis berupa sesak napas dan sakit kepala adalah indikator klasik dari keracunan gas Karbon Monoksida (CO) atau Karbon Dioksida (CO2) dalam konsentrasi tinggi, persis seperti kondisi gas yang dilaporkan muncul di level tambang Antam sebelumnya.

Sisi misterius dari kasus ini adalah ketertutupan informasi mengenai latar belakang pasien. dr. Aditya mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab spesifik yang membuat kelima pria tersebut mengalami gejala serupa secara bersamaan. Sebagai tenaga medis, ia memegang teguh etika privasi pasien dan fokus pada penyembuhan.

"Saya tidak menanyakan (Namanya) dengan jelas karena itu kan ranah privasi pasien," katanya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui profesi para pasien tersebut.

Kabar baiknya, kelima pasien misterius tersebut telah melewati masa kritis. Setelah mendapatkan perawatan dan observasi ketat, kondisi mereka dinyatakan membaik.

Load More