Seorang penambang emas ilegal (gurandil) bernama Akim (38) terjebak di dalam "lubang tikus" di area PT Antam Pongkor sejak Selasa (13/1/2026). Insiden ini dipicu oleh munculnya asap maut di dalam lubang tambang yang mengakibatkan proses evakuasi oleh tim gabungan terus berjalan hingga saat ini.
Keputusan Akim untuk melakukan pekerjaan berisiko tinggi tersebut murni didasari oleh desakan ekonomi. Meskipun sempat ragu karena cuaca buruk dan kekhawatiran istrinya, Akim merasa tidak memiliki pilihan lain demi mencukupi kebutuhan makan istri dan kelima anaknya karena sulitnya mencari lapangan pekerjaan yang layak.
Akim baru sekitar tiga bulan menjalani peran sebagai "pemahat" (pengambil emas langsung di lubang), yang merupakan posisi jauh lebih berbahaya dibandingkan pekerjaan sebelumnya sebagai "tukang panggul" bongkahan batu.
"Intinya (melakukan pekerjaan ini) karena keadaan," jelasnya, isak tangisnya kembali pecah.
Fakta lain yang diungkap Eni semakin menambah pilu. Akim, yang kini terjebak di lubang tikus, ternyata baru sekitar dua hingga tiga bulan bekerja sebagai pemahat di dalam lubang emas ilegal. Artinya, ia baru saja beralih dari pekerjaan yang sebelumnya.
"Baru ada tiga bulan, mungkin tiga bulan juga tidak sampai," jelasnya.
Sebelumnya, Akim memang sering ke gunung sebagai gurandil, namun perannya hanya sebagai tukang panggul atau pembawa batu bongkahan yang sudah dalam karung.
"Cuma bekerja sebagai pikul saja, kalau ngambil mah baru sekarang. Ini baru berjalan tiga bulan," cerita Eni.
Kabar tentang peristiwa asap yang melanda lubang PT Antam dan menjebak suaminya, pertama kali didengar Eni dari saudaranya yang memiliki warung jajanan.
"Tahu dari sodara yang punya warung," katanya, kembali menitikkan air mata, mengenang momen saat dunianya seolah runtuh.
Eni dan Akim memiliki lima orang anak, dengan si bungsu yang baru berusia 1,5 tahun. Kini, seluruh keluarga berharap pada Tim Gabungan yang tengah melakukan evakuasi.
Sebuah harapan yang sederhana namun berat diungkapkan dia. "Mohon maaf hanya itu yang bisa disampaikan, minta doanya segera dievakuasi, terimakasih atas silaturahminya," pungkas Eni, dengan suara yang dipenuhi pasrah.
Baca Juga: Mimpi Menikah Habis Lebaran Kandas, Isep Pulang Tak Bernyawa dari 'Lubang Tikus' Pongkor
Entah dalam kondisi selamat atau tidak, ia hanya ingin suaminya kembali, agar penderitaan penantian ini segera berakhir.
Tag
Berita Terkait
-
Mimpi Menikah Habis Lebaran Kandas, Isep Pulang Tak Bernyawa dari 'Lubang Tikus' Pongkor
-
Duka Makin Dalam! Korban Tewas Tragedi Pongkor Bogor Bertambah Jadi 5 Orang, Ini Identitasnya
-
PT Antam Tegaskan Korban Tewas Bukan Karyawan, Melainkan Penambang Tanpa Izin
-
Sempat Simpang Siur, PT Antam Akhirnya Buka Suara Soal 3 Korban Jiwa Warga Sukajaya di Pongkor
-
Parkiran Wahyu Motor Bogor Dilalap Api, 19 Motor Hangus hingga Rugi Ratusan Juta
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas