-
Langkah Preventif Melawan Korupsi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, secara proaktif menggandeng KPK RI untuk mengawasi proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah.
-
Fokus pada Sektor Strategis dan Rawan Penyimpangan Pengawasan ketat difokuskan pada dua isu krusial di Kabupaten Bogor, yaitu tata kelola pertambangan dan pembangunan jalan (khususnya jalur angkutan tambang dan Jalan Rancabungur–Leuwiliang).
-
Kolaborasi Lintas Institusi untuk Perbaikan Integritas Peningkatan skor integritas Kabupaten Bogor menjadi 73,8 pada tahun 2025 menjadi modal awal untuk tata kelola yang lebih baik di tahun 2026. Hal ini dicapai melalui kolaborasi antara Pemkab Bogor, KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian guna memastikan pembangunan tidak hanya berjalan lancar secara fisik, tetapi juga bersih secara hukum.
SuaraBogor.id - Pembangunan infrastruktur besar-besaran di Kabupaten Bogor kini memasuki babak baru yang lebih transparan. Tidak ingin proyek-proyek "raksasa" yang menelan anggaran miliaran rupiah menjadi ladang basah bagi para koruptor, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengambil langkah preventif yang agresif.
Ia secara resmi menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk mengawasi langsung jalannya proyek strategis, khususnya di sektor pertambangan dan pembangunan jalan raya.
Langkah progresif ini diumumkan usai rapat koordinasi tingkat tinggi di Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa (20/1/2026).
Kehadiran Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II KPK RI, Bahtiar Ujang Purnama, menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Bogor tidak main-main dalam menutup celah Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
“Pemkab Bogor secara resmi meminta pendampingan KPK terhadap beberapa program strategis. Ini adalah bagian dari evaluasi satu tahun perjalanan pemerintahan kami, sekaligus respons atas berbagai aduan masyarakat dan pemberitaan yang berkembang,” ujar Rudy Susmanto, Selasa 20 Januari 2026.
Sektor yang menjadi sorotan utama dalam pendampingan ini adalah infrastruktur yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak dan seringkali menimbulkan konflik sosial.
Rudy menyadari bahwa isu tambang dan jalan rusak adalah topik yang paling "seksi" dan rawan penyimpangan di Bogor.
“Salah satu fokus utama pembahasan adalah persoalan pertambangan dan alih fungsi lahan di Kabupaten Bogor. Pembahasan terkait sektor pertambangan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai hari ini hingga esok hari,” kata Rudy.
Lebih spesifik, pengawasan KPK akan difokuskan pada dua proyek fisik vital. Pertama, pembebasan lahan untuk jalan khusus angkutan tambang yang selama ini dinanti warga untuk mengurai kemacetan dan kecelakaan.
Baca Juga: 3 Fakta Mencekam Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Sukaraja Bogor, Luka di Leher Jadi Bukti
Kedua, pembangunan Jalan Rancabungur–Leuwiliang, akses penting yang menghubungkan wilayah utara dan barat Bogor.
“Pendampingan tidak hanya melibatkan KPK, tetapi juga dilakukan melalui kolaborasi dengan aparat penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor dan Polres Bogor,” jelas Rudy.
Respons positif datang dari pihak KPK. Direktur Korsup Wilayah II KPK RI, Bahtiar Ujang Purnama, mengapresiasi keberanian Pemkab Bogor membuka diri. Skor integritas Kabupaten Bogor yang meningkat menjadi 73,8 pada tahun 2025 menjadi modal awal yang baik.
“Pada pertemuan hari ini kami melakukan evaluasi tata kelola pemerintahan tahun 2025. Salah satu capaian positifnya adalah skor pengelolaan integritas Kabupaten Bogor yang meningkat menjadi 73,8,” ujarnya.
Namun, Bahtiar tetap memberikan peringatan keras. Ia menyoroti delapan area rawan korupsi, terutama dalam pengadaan barang dan jasa serta perencanaan anggaran proyek fisik seperti jalan.
KPK berkomitmen memastikan tidak ada mark-up atau permainan spesifikasi dalam proyek jalan Rancabungur maupun jalur tambang tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
3 Fakta Mencekam Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Sukaraja Bogor, Luka di Leher Jadi Bukti
-
Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Sukaraja Bogor, Luka di Leher Bikin Merinding Warga
-
Tangis Pilu di Teras Sempit, Kisah Eni Menunggu Suami yang Terjebak di 'Lubang Tikus' Pongkor
-
Mimpi Menikah Habis Lebaran Kandas, Isep Pulang Tak Bernyawa dari 'Lubang Tikus' Pongkor
-
Duka Makin Dalam! Korban Tewas Tragedi Pongkor Bogor Bertambah Jadi 5 Orang, Ini Identitasnya
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual
-
Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas
-
Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri
-
John Herdman Berburu Kiper Pelengkap 23 Pemain Inti Skuad Garuda
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain