Penyebab utama tewasnya para penambang bukan karena reruntuhan fisik, melainkan akibat menghirup gas Karbon Monoksida (CO) dalam kadar tinggi. Gas beracun ini timbul dari material kayu yang terbakar di dalam area tambang dan bersifat melumpuhkan sistem pernapasan korban.
Penyelidikan Kapolda Jawa Barat mengungkap bahwa pemicu kepulan asap pekat di dalam tambang adalah adanya material kayu yang terbakar. Hal inilah yang kemudian memicu akumulasi gas beracun di ruang terbatas (lubang tambang).
Area lubang tambang hingga saat ini belum dinyatakan aman untuk dimasuki secara normal. Karena kadar gas CO yang masih relatif tinggi, proses evakuasi atau masuk ke dalam lubang memerlukan alat pelindung diri khusus guna menghindari jatuhnya korban tambahan.
SuaraBogor.id - Misteri di balik kepulan asap mematikan yang merenggut nyawa para penambang emas tanpa izin (Gurandil) di kawasan PT Antam Tbk Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, perlahan mulai terkuak.
Pucuk pimpinan kepolisian Jawa Barat tidak tinggal diam dan memilih terjun langsung ke zona merah untuk memastikan penyebab utama tragedi tersebut.
Pada Kamis, 11 Januari 2026, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, melakukan langkah berani dengan menelusuri lorong-lorong gelap pertambangan tersebut.
Didampingi tim khusus, Irjen Rudi ingin melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana sistem keamanan tambang bisa jebol dan apa sebenarnya pemicu asap yang melumpuhkan pernapasan para korban.
Kapolda menyoroti bagaimana para gurandil bisa mengakses area vital yang seharusnya tertutup rapat.
Pihak manajemen PT Antam Pongkor pun dicecar mengenai prosedur pengamanan dan alur produksi yang berjalan selama ini.
"Kita baru kembali dari penambangan emas pongkor, tadi dari sana kami mendapat penjelasan bagaimana bisnis prosesnya di pongkor," kata Kapolda ditemui di Polsek Nanggung, Kamis 11 Januari 2026.
Fakta yang lebih teknis didapatkan saat Kapolda berhasil masuk ke area dalam tambang. Di sana, ia menyaksikan sisa-sisa kejadian yang menjadi pusat penyebaran gas berbahaya.
Atau karbon monoksida (CO), yakni berupa gas yang tidak berwarna yang menghasilkan gas melalui pembakaran seperti kayu.
Baca Juga: Secercah Cahaya di Lubang Tikus Pongkor, Janji Kapolda Jabar Bawa Pulang Gurandil yang Terjebak
Pihak perusahaan menjelaskan langkah-langkah darurat yang telah diambil untuk menetralisir udara di bawah tanah.
"Termasuk juga kami masuk ke dalam untuk melihat bekasan bekas terjadi mulanya asap itu di sana, dan pihak Antam menceritakan penanggulangan asap supaya karbonnya conya bisa turun," ungkap Irjen Rudi.
Namun, situasi di lapangan ternyata masih jauh dari kata kondusif.
Ancaman gas Karbon Monoksida masih mengintai siapa saja yang nekat masuk tanpa perlengkapan memadai.
Data teknis menunjukkan bahwa kadar racun di udara masih berada di level yang membahayakan nyawa manusia.
"Sampe hari ini masih relatif tinggi atau belum aman sepenuhnya untuk dimasuki oleh orang tanpa alat dan melakukan kegiatan-kegiatan," tegasnya.
Berita Terkait
-
Secercah Cahaya di Lubang Tikus Pongkor, Janji Kapolda Jabar Bawa Pulang Gurandil yang Terjebak
-
3 Spot Wisata Alam Aesthetic di Bogor Selatan, Vibesnya Kayak di Ubud!
-
11 Nyawa Melayang di Lorong 'Tikus' Pongkor Bogor, Kapolda Jabar Duga Masih Banyak Korban Terjebak
-
11 Gurandil Tewas di Lubang Maut Pongkor: Berasal dari Sukajaya, Cigudeg dan Nanggung
-
Kapolda Jabar Sebut 11 Gurandil Tewas di Lubang Maut Pongkor, Ini Daftar Nama Korban
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
5 Spot Bukber di Cibinong Paling Rekomended di Ramadan 2026 Wajib Dicoba
-
Geger Limbah B3 Ilegal di Gunung Putri, DLH Bogor Temukan Bukti Ditimbun di RW 12
-
7 Fakta Kelam Pembunuhan Suami Siri: Terungkap Lokasi Penemuan Jasad yang Tak Lazim
-
Hilang Sejak September 2025, Wanita di Depok Ternyata Dibunuh Suami Siri Karena Masalah Ekonomi
-
Nasib THR PPPK Paruh Waktu Cianjur, Tergantung Regulasi dan Kemampuan Kas Daerah