Penyebab utama tewasnya para penambang bukan karena reruntuhan fisik, melainkan akibat menghirup gas Karbon Monoksida (CO) dalam kadar tinggi. Gas beracun ini timbul dari material kayu yang terbakar di dalam area tambang dan bersifat melumpuhkan sistem pernapasan korban.
Penyelidikan Kapolda Jawa Barat mengungkap bahwa pemicu kepulan asap pekat di dalam tambang adalah adanya material kayu yang terbakar. Hal inilah yang kemudian memicu akumulasi gas beracun di ruang terbatas (lubang tambang).
Area lubang tambang hingga saat ini belum dinyatakan aman untuk dimasuki secara normal. Karena kadar gas CO yang masih relatif tinggi, proses evakuasi atau masuk ke dalam lubang memerlukan alat pelindung diri khusus guna menghindari jatuhnya korban tambahan.
Salah satu temuan kunci yang diungkap Kapolda adalah adanya material kayu yang hangus di lokasi kejadian.
Hal ini memicu dugaan kuat mengenai sumber api yang menyebabkan kepulan asap pekat di ruang tertutup yang minim ventilasi tersebut.
Ketika ditanya wartawan mengenai asal asap, Kapolda memberikan jawaban spesifik berdasarkan pengamatan visualnya.
"Itu ada terjadi kebakaran di sana, saya melihat ada kayu yang terbakar. Nah itu kan kita belum melakukan penyelidikan, kemarin puslabfor sudah masuk tapi kembali lagi karena tempatnya belum dinyatakan aman," jelasnya.
Kondisi medan yang ekstrem dan beracun membuat tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri harus bekerja ekstra hati-hati.
Mereka sempat mencoba masuk, namun terpaksa mundur demi keselamatan personel karena indikator gas belum menunjukkan angka aman.
Penyelidikan mendalam dilakukan Polda Jabar mengenai siapa yang membakar kayu tersebut, apakah ketidaksengajaan atau ada faktor lain masih menunggu kondisi udara di dalam lubang tambang stabil.
Berita Terkait
-
Secercah Cahaya di Lubang Tikus Pongkor, Janji Kapolda Jabar Bawa Pulang Gurandil yang Terjebak
-
3 Spot Wisata Alam Aesthetic di Bogor Selatan, Vibesnya Kayak di Ubud!
-
11 Nyawa Melayang di Lorong 'Tikus' Pongkor Bogor, Kapolda Jabar Duga Masih Banyak Korban Terjebak
-
11 Gurandil Tewas di Lubang Maut Pongkor: Berasal dari Sukajaya, Cigudeg dan Nanggung
-
Kapolda Jabar Sebut 11 Gurandil Tewas di Lubang Maut Pongkor, Ini Daftar Nama Korban
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan
-
Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak