- PC Fatayat NU Kabupaten Bogor melantik 150 Pimpinan Ranting serentak pada Minggu, 25 Januari 2026.
- Pelantikan ini menegaskan kesiapan Fatayat NU menjadi garda terdepan pemberdayaan perempuan dan ekonomi umat.
- Acara dihadiri Bupati Bogor dan tokoh NU sebagai penegasan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah.
SuaraBogor.id - Gelombang hijau perempuan muda Nahdliyin kembali menunjukkan kekuatannya di Bumi Tegar Beriman. Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor sukses mencatatkan sejarah baru dengan menggelar pelantikan massal yang melibatkan struktur hingga level desa.
Pada Minggu (25/1/2026), Auditorium Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor menjadi saksi bisu dikukuhkannya Lembaga PC Fatayat NU beserta 150 Pimpinan Ranting se-Kabupaten Bogor.
Momentum ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus, melainkan sinyal kuat bahwa Fatayat NU siap menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi umat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Acara bergengsi ini dihadiri oleh tokoh-tokoh sentral, mulai dari Bupati Bogor Rudy Susmanto, Ketua PCNU Kabupaten Bogor Gus Abdul Somad, hingga Rois Syuriah PCNU Dr. KH. Romdon.
Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan posisi strategis Fatayat sebagai mitra pemerintah daerah yang krusial.
Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Desi Hasbiyah, menekankan bahwa pelantikan ini adalah titik start konsolidasi besar-besaran. Fokus utamanya adalah tata kelola organisasi yang modern dan kemandirian ekonomi kader perempuan.
“Fatayat NU tidak hanya hadir sebagai organisasi perempuan, tetapi sebagai kekuatan sosial yang aktif membangun umat dan bangsa, dimulai dari akar rumput,” tegas Desi, Minggu 25 Januari 2026.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kader Fatayat tidak hanya berkutat pada isu domestik, tetapi juga isu strategis seperti perlindungan anak dan pemberdayaan ekonomi desa.
Keberhasilan melantik 150 ranting (tingkat desa/kelurahan) secara bersamaan adalah bukti militansi yang luar biasa.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bogor, Nidlomatum Mukhlisotur Rohmah, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja keras merawat basis massa yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya.
Baca Juga: Wajah Baru Transportasi Bogor: Angkot Tua Bakal Dihapus, Skema Ganti Kendaraan Diperketat
“Kami melanjutkan amanah dari kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Teh Niar, yang menitipkan tanggung jawab besar untuk merawat 40 PAC di tingkat kecamatan. Tugas itu tidak ringan, namun justru menjadi pelecut semangat bagi kami untuk terus berharakah hingga akhirnya mampu membentuk 150 ranting seperti hari ini,” ungkapnya penuh haru.
Membentuk mungkin sulit, namun merawat jauh lebih menantang. Nidlomatum menyadari bahwa euforia pelantikan harus segera disusul dengan program kerja yang menyentuh masyarakat langsung. Ia mengingatkan seluruh kader bahwa tantangan sesungguhnya ada di depan mata.
“Tantangan ke depan bukan hanya pada pembentukan, tetapi pada perawatan dan penguatan gerakan agar kader Fatayat terus berdaya, berkhidmat, dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
Berita Terkait
-
Wajah Baru Transportasi Bogor: Angkot Tua Bakal Dihapus, Skema Ganti Kendaraan Diperketat
-
Lautan Manusia di Pakansari: UAS dan Bupati Rudy Susmanto Ketuk Pintu Langit untuk Bogor
-
3 Spot Wisata Hits di Bogor Timur Buat Healing Tipis-Tipis Akhir Pekan
-
Siapa Bos di Balik 11 Nyawa Gurandil? Kapolda Jabar Beri Sinyal Seret Pemodal ke Meja Hijau
-
Tirta Kahuripan Bogor Kirim Alat Penjernih Air Canggih untuk Korban Bencana di Sumatera
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Fatayat NU Siap Jadi Motor Ekonomi Perempuan di Pelosok Bogor
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 111 Kurikulum Merdeka
-
Wajah Baru Transportasi Bogor: Angkot Tua Bakal Dihapus, Skema Ganti Kendaraan Diperketat
-
Lautan Manusia di Pakansari: UAS dan Bupati Rudy Susmanto Ketuk Pintu Langit untuk Bogor
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 121 Kurikulum Merdeka