Meskipun penyelidikan terhadap praktik tambang ilegal terus berjalan, kepolisian menetapkan evakuasi korban sebagai prioritas utama. Fokus saat ini adalah menyelamatkan nyawa dan menangani dampak bencana kemanusiaan sebelum beralih sepenuhnya ke ranah pidana.
Kepolisian memberikan sinyal kuat bahwa proses hukum tidak hanya berhenti pada penambang kecil. Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan adanya potensi penetapan tersangka baru, terutama yang menyasar rantai bisnis ilegal dan para pemodal (bos) yang berada di balik layar aktivitas tersebut.
Polisi menyadari bahwa penambangan ilegal didorong oleh faktor ekonomi. Oleh karena itu, strategi jangka panjang yang disiapkan adalah rehabilitasi dan pemberdayaan ekonomi bagi warga di empat kecamatan terdampak (Cigudeg, Nanggung, Sukajaya, Leuwiliang/Leuwisadeng) agar mereka bisa beralih profesi dan tidak kembali mempertaruhkan nyawa di lubang tambang.
SuaraBogor.id - Tragedi tewasnya 11 penambang emas tanpa izin (gurandil) di kawasan Gunung Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, bukan akhir dari cerita.
Peristiwa memilukan ini justru menjadi pintu masuk bagi aparat kepolisian untuk membongkar praktik ilegal yang selama ini berjalan di bawah tanah.
Pertanyaan besar publik kini tertuju pada satu hal, siapa yang bertanggung jawab. Apakah hanya penambang kecil yang jadi korban, atau para pemodal (bos) di balik layar juga akan diseret ke meja hijau.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, memberikan sinyal kuat bahwa hukum tetap akan ditegakkan. Meski saat ini fokus utama masih pada misi kemanusiaan, kepolisian memastikan bahwa penyelidikan terhadap rantai bisnis ilegal ini termasuk para bos dan penyandang dana masih terus berjalan.
Saat dikonfirmasi mengenai nasib para gurandil dan bosnya, Jenderal bintang dua ini tidak menampik adanya potensi penetapan tersangka baru di masa depan.
"Itu semua terbuka, kemungkinan karena yang pertama yang kita lakukan adalah mengevakuasi dulu, ini yang kita utamakan harus menolong korban," tegas Irjen Rudi saat ditemui di Polsek Nanggung, Kamis (23/1/2026).
Namun, dalam situasi bencana kemanusiaan, nyawa manusia menjadi prioritas di atas segalanya sebelum masuk ke ranah pidana.
Polisi menyadari bahwa menangkap pelaku saja tidak akan menyelesaikan masalah perut warga yang bergantung pada emas ilegal.
Oleh karena itu, strategi penanganan akan menyasar akar masalah di empat kecamatan utama yang menjadi lumbung para penambang, yakni Cigudeg, Nanggung, Sukajaya, dan Leuwiliang atau Leuwisadeng.
Baca Juga: Tirta Kahuripan Bogor Kirim Alat Penjernih Air Canggih untuk Korban Bencana di Sumatera
"Terus kemudian kita melakukan bagaiman merehabilitasi masyarakat sekitar tambang yang ada di 4 kecamatan (Cigudeg, Nanggung, Sukajaya, Leuwiliang) supaya mereka tidak mengulangi kembali," jelas Kapolda memaparkan rencana strategisnya.
Pemerintah dan kepolisian sepakat bahwa siklus maut ini harus dihentikan. Warga tidak boleh lagi mempertaruhkan nyawa demi memenuhi kebutuhan hidupnya melalui upaya-upaya penambangan ilegal yang sangat berbahaya bagi dirinya sendiri yang berakibat pada keluarganya.
Sebagai langkah konkret, Kapolda mendorong adanya program pemberdayaan ekonomi baru agar warga tidak kembali ke lubang tikus.
"Itu yang akan kami lakukan terlebih dahulu seperti alih profesi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tirta Kahuripan Bogor Kirim Alat Penjernih Air Canggih untuk Korban Bencana di Sumatera
-
UAS Hadir di Bogor Besok, Pemkab Traktir 11.000 Porsi Makan Gratis untuk Jamaah
-
Bukan Sekadar Asap, Kapolda Jabar Selidiki Temuan Kayu Terbakar di Area Tambang Antam
-
Secercah Cahaya di Lubang Tikus Pongkor, Janji Kapolda Jabar Bawa Pulang Gurandil yang Terjebak
-
3 Spot Wisata Alam Aesthetic di Bogor Selatan, Vibesnya Kayak di Ubud!
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari
-
Kemarau Panjang Terjang Bogor, 52 Ribu Warga di 16 Ribu KK Alami Krisis Air Bersih
-
Satu Pakaian, Sejuta Harapan: CSR ibis Styles Bogor Pajajaran Bersama Yayasan Gemilang Indonesia
-
Atap Stadion Pakansari Usai Diperbaiki, Kabupaten Bogor Siap Sambut Piala AFF 2026
-
DPRD Kota Bogor Ajak PIM Bogor Raya Sinergi Atasi Stunting dan UMKM