- Seorang pengusaha rafting bernama Saprudin Jefri ditusuk tetangganya berinisial M di Kecamatan Caringin usai salat Jumat.
- Pelaku M menunggu korban di depan masjid dan menusuk perut kiri korban menggunakan pisau, kini menjalani pemeriksaan intensif.
- Korban dilarikan ke RSUD Idham Chalid untuk operasi kedua karena ususnya robek, sementara pelaku berhasil ditangkap warga.
SuaraBogor.id - Kriminalitas di Kabupaten Bogor kembali menorehkan luka. Saprudin Jefri, seorang pengusaha rafting di Kecamatan Caringin, menjadi korban penusukan sadis yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri, berinisial M.
Insiden tragis ini terjadi usai shalat Jumat, membuat Saprudin Jefri kini harus berjuang melawan maut di rumah sakit.
Pelaku berinisial M saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Caringin. "Masih melakukan pendalaman terkait motif pelaku menusuk korban SF," ujar Kapolsek Caringin, AKP Jajang, kepada wartawan.
Kronologi penusukan ini cukup mencekam. AKP Jajang menjelaskan, pelaku berinisial M, yang merupakan tetangga korban, melakukan penusukan dengan menggunakan pisau ke perut kiri korban usai salat Jumat.
"Saat korban hendak pulang, pelaku yang sudah menunggu di depan masjid tiba-tiba menghadang dan langsung melakukan penusukan menggunakan pisau," ujarnya.
Kuat dugaan pelaku melakukan perencanaan pembunuhan terhadap pemilik usaha rafting Grand Titik Kumpul itu.
"Pelaku bisa diancam Pasal 467 KUHPidana," kata Kapolsek.
Salah satu karyawan korban, Asep Zonge, menuturkan peristiwa penusukan terjadi usai salat Jumat di sebuah masjid di Desa Ciherang Pondoh.
"Biasa, bos kalau habis salat masjid pulang agak lama. Nah pas keluar ambil sandal, langsung ditusuk oleh pelaku," ujar Zonge.
Baca Juga: Ternyata Klapanunggal Bogor Punya Destinasi Healing & Spot Asyik untuk Keluarga
Ia mengungkapkan, pelaku yang juga tetangga korban, sebelumnya ikut salat Jumat di masjid yang sama.
"Kuat dugaan pelaku membawa pisau dari rumah dan dibawa salat Jumat," terangnya.
Usai melakukan penusukan, pelaku langsung pulang ke rumah. Sementara warga yang mengetahui kejadian tersebut bergerak cepat membawa korban ke RSUD Idham Chalid Ciawi untuk mendapat pertolongan.
"Kebetulan masih ada beberapa jemaah yang belum pulang juga. Mereka yang membawa korban ke RSUD," kata Zonge.
Saat ini, korban Saprudin Jefri, yang juga merupakan mantan Kepala Desa Ciherang Pondok, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit milik pemerintah daerah.
"Sekarang mau operasi kedua. Karena menurut dokter, ususnya robek kena tusukan," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Ternyata Klapanunggal Bogor Punya Destinasi Healing & Spot Asyik untuk Keluarga
-
Daftar Lengkap 24 Pejabat Baru Kabupaten Bogor yang Dilantik
-
Lantik 24 Pejabat Baru, Bupati Bogor: Saya Pastikan Tidak Ada Jual Beli Jabatan
-
Cegah Banjir Besar Bojongkulur, Rudy Susmanto Puji Gerak Cepat Pemkot Bekasi
-
Adityawarman: Mahasiswa Belajar di Kampus untuk Menimba Ilmu Kehidupan
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
DPRD Kota Bogor Apresiasi Polda Jabar dan Polresta Bogor Kota Gelar Gerakan Pangan Murah
-
Hemat Energi Jadi Budaya: BRI Lanjutkan Semangat Earth Hour
-
Waspada Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu Diduga Beredar di Bogor
-
Polda Metro Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp620 Juta di Hotel Kemang Bogor
-
Kampung Koboi Tugu Selatan Sukses dalam Program Pemberdayaan Desa dari BRI