- 304 ketua OSIS/ROHIS dari 162 sekolah se-Jabodetabek deklarasi anti-narkoba, tawuran, dan judi online di UIKA Bogor.
- Deklarasi ini merupakan puncak acara Ramadan Leadership Summit (RLS) 2026 untuk membentuk kepemimpinan pelajar berintegritas.
- Para pelajar berkomitmen menjadi agen perubahan dengan menanamkan nilai beriman, berilmu, berakhlak, dan menolak perilaku negatif.
SuaraBogor.id - Di tengah gempuran berbagai ancaman sosial yang membayangi generasi muda Indonesia, sebuah benteng harapan baru telah didirikan di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.
Sebanyak 304 ketua OSIS dan ROHIS dari 162 sekolah SMA/SMK/MA se-Jabodetabek telah menyatakan komitmen bersama yang tegas menjauhi narkoba, menghindari tawuran dan tidak terlibat dalam praktik judi online.
Deklarasi ini menjadi puncak dari kegiatan Ramadan Leadership Summit (RLS) 2026, sebuah inisiatif UIKA Bogor untuk membentuk kepemimpinan pelajar yang berintegritas.
Komitmen tersebut disuarakan dengan lantang dalam sesi penutupan RLS 2026, melalui pembacaan Ikrar Alumni Ramadan Leadershipummit.
Momen ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah refleksi mendalam dan peneguhan nilai bagi para peserta setelah mengikuti rangkaian pembinaan kepemimpinan yang intensif selama tiga hari di kampus UIKA Bogor.
Dalam ikrar yang penuh semangat tersebut, para pemimpin pelajar ini menyatakan tekad kuat untuk menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Mereka berkomitmen untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar mereka.
Lebih dari itu, mereka menyatakan kesiapan untuk menjadi pemimpin yang jujur, bertanggung jawab, dan mampu membawa perubahan positif ke arah yang lebih baik, dimulai dari lingkungan terdekat mereka.
Sebagai bentuk penegasan sikap, para peserta secara serempak menyuarakan kampanye anti-perilaku negatif yang kini akrab di telinga: Say No to Drugs, Say No to Tawuran, Say No to Judi Online.
Komitmen kolektif ini adalah bentuk kesadaran bersama para pemimpin pelajar akan gentingnya menjaga diri dari berbagai ancaman sosial. Penyalahgunaan narkoba, fenomena tawuran pelajar, hingga maraknya praktik judol) yang kian merajalela, semuanya dinilai sebagai persoalan serius yang berpotensi merusak masa depan generasi muda jika tidak diantisipasi dan ditangani sejak dini.
Baca Juga: Serbu! 4 Spot Berburu Takjil Paling Hits di Dramaga Bogor untuk Mahasiswa IPB
Deklarasi ini tidak hanya menjadi janji pribadi untuk menjauhi perilaku negatif tersebut, tetapi juga sebuah mandat bagi setiap ketua OSIS dan ROHIS yang hadir untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing.
Mereka bersepakat untuk mengajak teman-temannya membangun budaya sekolah yang positif, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan produktif.
Tak lupa, dalam ikrar yang dibacakan bersama itu, para peserta juga berjanji untuk selalu menghormati dan membanggakan kedua orang tua. Nilai-nilai luhur yang telah mereka pelajari selama mengikuti Ramadan Leadership Summit diharapkan menjadi bekal penting dalam perjalanan hidup mereka ke depan.
Pembina sekaligus penanggung jawab kegiatan, Nurdin Al-Azies, menyampaikan bahwa pembacaan ikrar dan komitmen bersama ini merupakan bagian integral dari proses pembinaan kepemimpinan yang dilaksanakan dalam Ramadan Leadership Summit.
Menurutnya, kepemimpinan sejati tidak hanya sebatas kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga menyangkut "keteladanan sikap dan tanggung jawab moral sebagai generasi muda.
“Melalui ikrar ini kami berharap para ketua OSIS tidak hanya mendapatkan ilmu kepemimpinan, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai yang dapat mereka terapkan di sekolah masing-masing. Mereka diharapkan menjadi teladan bagi teman-temannya dalam menjauhi perilaku negatif dan membangun budaya positif di lingkungan sekolah,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Serbu! 4 Spot Berburu Takjil Paling Hits di Dramaga Bogor untuk Mahasiswa IPB
-
Aktor Intelektual Kasus PT Golden Agin Nusa Masih Misteri, Bea Cukai Bogor Disemprot Mahasiswa
-
Adityawarman: Mahasiswa Belajar di Kampus untuk Menimba Ilmu Kehidupan
-
Delapan Bulan Tanpa Kejelasan, Fomasi Cium Aroma Ketidakwajaran di Kasus PT Golden Agin Nusa
-
Kukuhkan Guru Besar ke-18, Prof Syaiful Soroti Solusi Macet dan Transportasi Cerdas
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Geser Fokus dari Cibinong, Pemkab Bogor Kini 'Keroyok' Penataan Kawasan Parung
-
Cari Healing di Tengah Alam Asri? 5 Rekomendasi Wisata Alam Memukau di Sukamakmur Bogor
-
Dari Komunitas untuk Negeri, BRILink Mekaar Perluas Akses Keuangan Prasejahtera
-
Waspada Cuaca Ekstrem! Pergerakan Tanah Putus Akses Jalan Antardesa di Sukaresmi Cianjur