- Jasad Alfin Maksalmina Windian (28) yang hilang sejak 11 Maret 2026 ditemukan terkubur tiga meter di Cikeas, Depok pada Rabu (25/3) malam.
- Penemuan jasad dilakukan tim Resmob Polda Metro Jaya setelah penyelidikan, kemudian korban dibawa ke RS Polri untuk autopsi.
- Penanganan kasus pembunuhan kini ditangani Resmob Polda Metro Jaya, sementara laporan penipuan di Polres Jaktim dicabut keluarga.
SuaraBogor.id - Misteri hilangnya seorang pria bernama Alfin Maksalmina Windian (28) yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 11 Maret 2026, kini terkuak dengan cara yang tragis dan mengerikan.
Jasadnya ditemukan terkubur sedalam tiga meter di kawasan Cikeas, Depok, Jawa Barat, pada Rabu (25/3) malam.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal mengungkapkan kronologi kejadian hingga proses penanganan perkara ini.
"Korban ditemukan dalam kondisi sudah terkubur dengan kedalaman sekitar tiga meter di wilayah Cikeas," kata Alfian dilansir dari Antara.
Korban diketahui bernama lengkap Alfin Maksalmina Windian (28), seorang warga Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. Data identitasnya menyebutkan ia lahir di Jakarta pada 18 April 1998.
Peristiwa penemuan jasad ini pertama kali dilaporkan kepada pihak kepolisian pada Rabu (25/3) sekitar pukul 19.00 WIB.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, waktu kejadian pembunuhan atau penguburan korban diperkirakan terjadi pada hari yang sama sekitar pukul 19.30 WIB.
Perkiraan waktu kejadian yang berdekatan dengan waktu laporan penemuan mengindikasikan bahwa tindakan keji ini terjadi secara relatif cepat setelah korban menghilang.
Penemuan jasad korban tersebut dilakukan oleh tim Resmob Polda Metro Jaya setelah melakukan serangkaian penyelidikan terkait laporan yang masuk.
Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut serta autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Baca Juga: Balik Mudik Tenang! Pemkab Bogor Fasilitasi 900 Warga Pulang dari Solo-Semarang
Seiring perkembangan kasus, penanganan perkara tersebut kini sepenuhnya dilakukan oleh Resmob Polda Metro Jaya.
Sementara itu, laporan yang sebelumnya dibuat di Polres Metro Jakarta Timur telah dicabut oleh pihak keluarga korban.
Meski demikian, Polres Metro Jakarta Timur tetap melanjutkan penanganan laporan terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang sebelumnya dilaporkan dan masih berkaitan dengan korban.
"Kasus tersebut saat ini ditangani oleh Unit Ranmor Polres Metro Jakarta Timur," ucap Alfian.
Polisi masih terus mendalami motif serta pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Dugaan adanya unsur tindak pidana dalam kematian korban menjadi fokus utama penyelidikan oleh tim Resmob.
Hingga kini, aparat kepolisian belum merinci lebih jauh terkait kemungkinan tersangka maupun latar belakang peristiwa tragis tersebut.
Berita Terkait
-
Balik Mudik Tenang! Pemkab Bogor Fasilitasi 900 Warga Pulang dari Solo-Semarang
-
Kondisi Mengenaskan, Teka-teki Kematian Alfin yang Hilang 2 Pekan di Bogor
-
Arus Puncak Mulai Landai, Kasat Lantas Polres Bogor: Tetap Patuhi Rekayasa Lalin
-
WFH ASN Bogor Segera Berlaku, Pemkab Pastikan Sektor Pelayanan Publik Tetap Jalan
-
Kecelakaan Maut di Depan Wisma DPR Puncak Bogor, Pemotor Fino Tewas di Tempat
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
Terkini
-
Viral! Aksi Kejar-kejaran Debt Collector di Puncak Pass Bogor, Sopir Teriak 'Begal'
-
Mangkir di PTUN? Pemkab Bogor Bongkar Alasan Administratif dan Komitmen Eksekusi Lahan
-
Trauma Proyek Mangkrak, Warga Kayumanis Tegas Tolak Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Debat Panas PSEL Kayumanis Bogor: Warga Khawatir Bau, DLH Janjikan Teknologi Standar Dunia
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa