Andi Ahmad S
Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:18 WIB
Ilustrasi pembunuhan WNA Singapura. [Ist]
Baca 10 detik
  • Jasad WNA Singapura ditemukan dicor di Sungai Citanduy, Cilacap, mengarah ke dugaan lokasi pembunuhan di Sukabumi.
  • Rumah kontrakan di Perumahan BMI 5, Cicurug, diduga menjadi tempat kejadian, dikontrak penghuni sekitar Februari 2026.
  • Warga mengetahui kasus ini saat polisi datang mencari orang Februari lalu dan kembali mencari barang bukti baru-baru ini.

SuaraBogor.id - Kasus penemuan jasad seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura yang ditemukan dicor dan dibuang di aliran Sungai Citanduy, Bendung Menganti, Cilacap, Jawa Tengah, kini membuka tabir baru.

Informasi terbaru mengaitkan dugaan lokasi kejadian pembunuhan tersebut berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, tepatnya di salah satu rumah kontrakan di kawasan Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) 5, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug.

Menelusuri informasi tersebut, wartawan mendatangi lokasi perumahan pada Jumat (27/3/2026) malam. Suasana di lingkungan tersebut tampak normal, tanpa terlihat adanya penjagaan khusus, dengan aktivitas warga yang berjalan seperti biasa.

Istri Ketua lingkungan setempat, Rian (35), yang ditemui di rumahnya, memberikan keterangan terkait informasi yang beredar di lingkungan tersebut.

Berdasarkan hasil wawancara, didapatkan bahwa rumah yang disebut-sebut berada di Blok C40 itu sebelumnya sempat kosong sebelum akhirnya dikontrak oleh seseorang yang diduga baru menempati rumah tersebut sekitar Februari 2026 lalu.

“Iya, awalnya rumah itu kosong. Baru ada yang ngontrak, kayaknya sekitar Februari kemarin, pas bulan puasa,” ujar Rian kepada Sukabumiupdate.com -jaringan Suara.com, dilansir Sabtu (28/3/2026).

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul penghuni rumah tersebut. Namun, menurutnya, warga yang baru datang biasanya dimintai identitas oleh pengurus lingkungan.

Rian juga menyebut, penghuni awal yang mengontrak rumah tersebut diduga seorang perempuan. Namun, informasi yang beredar di lingkungan masih simpang siur terkait identitas maupun statusnya.

“Awalnya yang ngontrak itu katanya perempuan. Dibilang sudah menikah, tapi ada juga yang bilang belum, jadi nggak jelas,” ungkapnya.

Baca Juga: Rekomendasi Jalur Alternatif dari Cibadak Sukabumi Menuju Bogor untuk Perjalanan Lancar

Menurutnya, selama tinggal di lingkungan tersebut, aktivitas penghuni rumah itu tidak banyak diketahui warga sekitar. Hal ini karena minimnya interaksi dengan tetangga.

“Jarang kelihatan aktivitasnya, soalnya di sini juga warga masing-masing sibuk, jadi nggak tahu keluar masuknya kapan,” ucapnya.

Terkait kejadian yang ramai dibicarakan, Rian mengaku warga pertama kali mengetahui adanya kasus tersebut saat aparat kepolisian datang ke lokasi pada Februari lalu.

“Pas itu tiba-tiba ada polisi datang, katanya lagi nyari orang. Jadi warga tahunya dari situ,” katanya.

Belakangan, rumah tersebut kembali ditempati oleh penghuni baru. Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, polisi sempat kembali datang untuk mencari barang bukti.

“Tadi katanya ada polisi lagi ke sana minta barang bukti. Yang ngontrak sekarang juga baru, sekitar tiga hari,” ujarnya.

Load More