Andi Ahmad S
Rabu, 01 April 2026 | 15:04 WIB
Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, memasang pembatas di saluran air yang menyebabkan dua orang pengendara sepeda motor terserat hingga tewas di Jalan Raya Pasekon-Cipanas.ANTARA/Ahmad Fikri.
Baca 10 detik
  • Polres Cianjur memasang water barrier di sepanjang saluran air Jalan Raya Pasekon-Cipanas guna meningkatkan keamanan pengendara saat hujan.
  • Langkah proaktif ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan tragis serupa insiden pasangan suami istri yang hanyut beberapa hari lalu.
  • Pemkab Cianjur berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk segera memperbaiki serta menutup saluran drainase agar tidak membahayakan pengguna jalan.

SuaraBogor.id - Guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan kembali menimpa pengendara yang melintas, Polres Cianjur kini memasang pembatas atau water barrier di sepanjang saluran air terbuka di Jalan Raya Pasekon-Cipanas.

Langkah proaktif ini diambil untuk meningkatkan keamanan di jalur tersebut, terutama di musim hujan.

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan bahwa pemasangan pembatas di pinggir saluran air ini dilakukan agar pengendara yang melintas tidak terlalu menepi saat berkendara sampai dipasang penutup permanen.

Upaya ini juga secara khusus untuk mengantisipasi terulangnya kecelakaan tunggal yang tragis. Beberapa hari yang lalu, sebuah insiden menimpa pasangan suami istri pengendara sepeda motor yang terseret arus dan ditemukan meninggal dunia di Waduk Cirata, setelah diduga hanyut dari kawasan Pacet-Cipanas.

"Hal tersebut juga untuk mengantisipasi kecelakaan tunggal yang menyeret pasangan suami istri pengendara sepeda motor beberapa hari yang lalu kembali terjadi terutama saat hujan deras, di mana air dari saluran luber menutupi landasan jalan," jelas Kapolres Alexander, dilansir dari Antara, Selasa (1/4/2026).

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait di Pemkab Cianjur hingga pusat agar saluran air terbuka segera dilakukan penanganan cepat dengan cara ditutup bagian atasnya, sehingga tidak membahayakan pengendara yang melintas.

"Kami melakukan langkah awal dengan memasang pembatas sepanjang saluran air yang terbuka agar pengendara yang melintas meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan," katanya.

Sementara Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional di bawah kewenangan pemerintah pusat, sehingga pihaknya sudah bersurat agar dilakukan penanganan dengan menutup saluran atau memasang pembatas jalan.

"Kami bersurat ke balai besar pelaksanaan jalan nasional Kementerian PUPR guna perbaikan saluran air atau drainase yang tidak berfungsi maksimal di sepanjang jalur utama di Cianjur termasuk di sepanjang Jalan Raya Pasekon-Cipanas," katanya.

Baca Juga: Misteri Pasutri Hilang di Jalur Puncak Terjawab, Ditemukan Meninggal di Cikalongkulon

Hal tersebut tambah dia, sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan yang merengut nyawa pengendara yang melintas di Jalan Raya Pasekon-Cipanas karena air meluap ke badan jalan.

Pihaknya akan melakukan berbagai upaya termasuk melakukan mitigasi dan evaluasi pengamanan saluran air yang rawan meluap saat hujan turun deras guna dilakukan perbaikan dan pengamanan termasuk di sepanjang jalan nasional di Cianjur.

Load More