- Polres Cianjur memasang water barrier di sepanjang saluran air Jalan Raya Pasekon-Cipanas guna meningkatkan keamanan pengendara saat hujan.
- Langkah proaktif ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan tragis serupa insiden pasangan suami istri yang hanyut beberapa hari lalu.
- Pemkab Cianjur berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk segera memperbaiki serta menutup saluran drainase agar tidak membahayakan pengguna jalan.
SuaraBogor.id - Guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan kembali menimpa pengendara yang melintas, Polres Cianjur kini memasang pembatas atau water barrier di sepanjang saluran air terbuka di Jalan Raya Pasekon-Cipanas.
Langkah proaktif ini diambil untuk meningkatkan keamanan di jalur tersebut, terutama di musim hujan.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan bahwa pemasangan pembatas di pinggir saluran air ini dilakukan agar pengendara yang melintas tidak terlalu menepi saat berkendara sampai dipasang penutup permanen.
Upaya ini juga secara khusus untuk mengantisipasi terulangnya kecelakaan tunggal yang tragis. Beberapa hari yang lalu, sebuah insiden menimpa pasangan suami istri pengendara sepeda motor yang terseret arus dan ditemukan meninggal dunia di Waduk Cirata, setelah diduga hanyut dari kawasan Pacet-Cipanas.
"Hal tersebut juga untuk mengantisipasi kecelakaan tunggal yang menyeret pasangan suami istri pengendara sepeda motor beberapa hari yang lalu kembali terjadi terutama saat hujan deras, di mana air dari saluran luber menutupi landasan jalan," jelas Kapolres Alexander, dilansir dari Antara, Selasa (1/4/2026).
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait di Pemkab Cianjur hingga pusat agar saluran air terbuka segera dilakukan penanganan cepat dengan cara ditutup bagian atasnya, sehingga tidak membahayakan pengendara yang melintas.
"Kami melakukan langkah awal dengan memasang pembatas sepanjang saluran air yang terbuka agar pengendara yang melintas meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan," katanya.
Sementara Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional di bawah kewenangan pemerintah pusat, sehingga pihaknya sudah bersurat agar dilakukan penanganan dengan menutup saluran atau memasang pembatas jalan.
"Kami bersurat ke balai besar pelaksanaan jalan nasional Kementerian PUPR guna perbaikan saluran air atau drainase yang tidak berfungsi maksimal di sepanjang jalur utama di Cianjur termasuk di sepanjang Jalan Raya Pasekon-Cipanas," katanya.
Baca Juga: Misteri Pasutri Hilang di Jalur Puncak Terjawab, Ditemukan Meninggal di Cikalongkulon
Hal tersebut tambah dia, sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan yang merengut nyawa pengendara yang melintas di Jalan Raya Pasekon-Cipanas karena air meluap ke badan jalan.
Pihaknya akan melakukan berbagai upaya termasuk melakukan mitigasi dan evaluasi pengamanan saluran air yang rawan meluap saat hujan turun deras guna dilakukan perbaikan dan pengamanan termasuk di sepanjang jalan nasional di Cianjur.
Berita Terkait
-
Misteri Pasutri Hilang di Jalur Puncak Terjawab, Ditemukan Meninggal di Cikalongkulon
-
Kemenkes Turun Tangan Selidiki Kasus Kematian Dokter Internship di RSUD Pagelaran Cianjur
-
12 Rumah di Kampung Pasekon Cianjur Hangus Terbakar, 18 KK Kehilangan Tempat Tinggal
-
Jadi Jalur Favorit, Pemudik Motor 'Gempur' Jalur Utama Cianjur di Pagi dan Petang Hari
-
Kondisi Terkini Jalur Puncak Cianjur - Bogor, Hujan Deras Picu Kabut Tebal
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Gandeng Menteri PKP, Bupati Rudy Susmanto Akselerasi Pengentasan Pemukiman Kumuh di Bogor
-
Kabar Gembira Anak Muda Bogor! Eks Gedung Kesenian Cibinong Disulap Jadi Siliwangi Center
-
Bikin Bangga! Bupati Bogor Rudy Susmanto Hadiahi Alat Musik Baru untuk Peseni Cilik Cibungbulang
-
HUT ke-81 RI, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Masyarakat Perkuat Semangat Gotong Royong
-
KPK Usut Kasus di Pemkab Bogor, Sekda Pastikan Layanan Bappenda cs Tak Terganggu