- Media sosial dihebohkan dengan video viral dugaan praktik jual beli akses masuk lubang tambang di PT Antam UBPE Pongkor.
- Pelaku penambangan ilegal diduga membayar tarif hingga Rp450 juta kepada oknum keamanan untuk mendapatkan fasilitas masuk area tambang.
- Polsek Nanggung tengah menunggu laporan resmi dari manajemen PT Antam Pongkor untuk menindaklanjuti dugaan skandal tambang tersebut.
SuaraBogor.id - Publik kembali dihebohkan oleh sebuah video viral di media sosial yang mengungkap dugaan praktik ilegal di salah satu BUMN pertambangan. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada PT Antam UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sebuah unggahan di Facebook menuding adanya praktik “jual beli waktu” untuk masuk ke kawasan lubang tambang milik perusahaan tersebut, dengan tarif yang sangat fantastis.
Menanggapi viralnya informasi ini, pihak kepolisian kini menunggu laporan resmi dari manajemen PT Antam Pongkor.
Skandal ini pertama kali mencuat melalui unggahan di media sosial Facebook dari akun bernama "Bang Ciyo CL". Dalam unggahan tersebut, pria ini mengungkap adanya praktik “jual beli waktu” untuk bisa masuk ke kawasan lubang tambang level 710 milik PT Antam.
Yang lebih mengejutkan, berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, praktik ilegal itu diduga mematok tarif yang sangat tinggi, mulai dari Rp300 juta hingga Rp400 juta untuk sekali masuk ke lubang tambang.
Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu koordinasi dan laporan resmi dari pihak manajemen PT Antam Pongkor terkait dugaan praktik ini.
"Menanggapi video viral adanya jual beli waktu tambang di area lokasi milik PT Antam Pongkor, sejauh ini kami belum mendapatkan laporan resmi dari pihak perusahaan,” katanya kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Diberitakan sebelumnya, sebuah kabar yang sangat mengejutkan dan berpotensi mencoreng nama baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menyeruak dari sektor pertambangan.
Pihak keamanan PT. Aneka Tambang (Antam) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor kini tengah menjadi sorotan tajam setelah muncul dugaan praktik jual beli waktu dan jalur masuk ke lubang tambang milik BUMN tersebut.
Baca Juga: Viral! Oknum Keamanan Tambang Emas Pongkor Diduga Jual Akses Lubang Tambang, Tarifnya Fantastis
Praktik ilegal ini diduga melibatkan aparat keamanan internal perusahaan yang bersekongkol dengan para penambang emas tanpa izin (PETI).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber video viral di facebook, modus operandi yang digunakan sangat terorganisir.
Dalam video viral tersebut, untuk bisa masuk ke area lubang perusahaan, para PETI harus melakukan "komit" atau setoran kepada petugas keamanan. Besaran nominal yang disebutkan bervariasi, mulai dari Rp300 juta hingga Rp450 juta per shift.
"Kami masuk ke lubang perusahaan lewat depan akses level 600. Kami diantar oleh petugas menggunakan mobil ke lokasi. Setelah waktu yang ditentukan selesai, kami dijemput kembali dengan mobil yang sama, sekaligus membawa barang (berupa batuan yang diduga mengandung emas) hasil dari komit tersebut,” ujar dalam video di akun facebook Ciyo CL, dilansir, Selasa (28/4/2026).
Kesaksian ini menunjukkan adanya dugaan kolusi yang sistematis antara oknum keamanan internal Antam dengan PETI, di mana akses ke area tambang dan pengangkutan hasil ilegal difasilitasi oleh pihak yang seharusnya menjaga keamanan perusahaan.
Tidak hanya akses dan pengawalan, sumber tersebut juga mengindikasikan bahwa fasilitas operasional perusahaan diduga digunakan untuk melancarkan aksi ilegal ini.
Berita Terkait
-
Viral! Oknum Keamanan Tambang Emas Pongkor Diduga Jual Akses Lubang Tambang, Tarifnya Fantastis
-
Bojonggede-Kemang Segera Terhubung, Flyover Bomang Jadi Kunci Akses Bogor Utara
-
Praktik Culas Sejak 2022 Terbongkar! Oknum ASN Bogor Diduga 'Jajakan' Jabatan Struktural
-
Kejar Unsur Pidana, Polisi Dalami Aliran Uang 'Mahar' Jabatan Empat ASN di Bogor
-
Polisi Periksa 13 Saksi, Bongkar Dugaan Skandal Jual Beli Jabatan ASN Kabupaten Bogor
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Libas Kamboja 5-1, Erick Thohir Tegaskan Level Sebenarnya Timnas Ada di Laga Versus Vietnam
-
Indonesia vs Kamboja Diperketat, Jalur Evakuasi dan Penyekatan Pakansari Disimulasikan
-
Kawal Laga Indonesia vs Kamboja, 1.097 Personel Gabungan Disiagakan di Stadion Pakansari
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor