- Desa Wisata Malasari di Nanggung, Bogor, menawarkan destinasi liburan alam dengan pemandangan sawah terasering dan kebun teh.
- Wisatawan dapat memilih lima opsi penginapan mulai dari homestay warga, guest house kolonial, hingga area perkemahan strategis.
- Berbagai pilihan tempat menginap tersebut memberikan pengalaman wisata edukatif dan penyegaran suasana di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun.
SuaraBogor.id - Mencari tempat pelarian dari hiruk-pikuk kota tidak perlu jauh-jauh ke Bali. Di ujung barat Kabupaten Bogor, tepatnya di Kecamatan Nanggung, terdapat sebuah surga tersembunyi bernama Desa Wisata Malasari.
Dikenal dengan hamparan sawah terasering yang memukau dan kabut abadi di Kebun Teh Nirmala, Malasari adalah destinasi terbaik untuk healing.
Karena lokasinya yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), penginapan di sini umumnya berupa homestay yang menawarkan pengalaman "live-in" bersama warga lokal.
Berikut adalah 5 rekomendasi tempat menginap terbaik di Malasari pilihan redaksi:
1. Homestay Desa Wisata Malasari (Local Experience)
Dikelola langsung oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, homestay ini tersebar di beberapa rumah warga yang telah memenuhi standar kebersihan dan kenyamanan.
Anda akan tinggal di rumah panggung tradisional, menikmati hidangan nasi liwet hangat, dan berinteraksi langsung dengan keramahan warga Sunda.
Estimasi Harga: Rp200.000 – Rp350.000 (sudah termasuk makan).
2. Guest House Kebun Teh Nirmala Agung
Baca Juga: Hasil Autopsi Wanita yang Dibuang di Sholeh Iskandar, Patah Tulang Ekor dan Pendarahan Otak
Bagi Anda yang menginginkan pemandangan hijau sejauh mata memandang, menginap di area perkebunan teh adalah pilihan utama. Bangunan di sini memiliki arsitektur klasik peninggalan era kolonial.
Merasakan suhu udara yang bisa mencapai 16 derajat Celcius di malam hari dan bangun di pagi hari tepat di depan hamparan "karpet hijau" pohon teh.
Estimasi Harga: Rp400.000 – Rp750.000 (tipe guest house keluarga).
3. Homestay Citalahab Central
Terletak di batas antara Malasari dan Citalahab, kawasan ini adalah jantung bagi para peneliti dan pecinta alam. Fasilitasnya sederhana namun sangat nyaman.
Mendengarkan suara gemericik air sungai dan kicauan burung owa jawa. Di sini, koneksi internet sangat terbatas, memaksa Anda untuk benar-benar beristirahat dari media sosial.
Berita Terkait
-
Hasil Autopsi Wanita yang Dibuang di Sholeh Iskandar, Patah Tulang Ekor dan Pendarahan Otak
-
Polres Bogor Temukan Unsur Pidana Pelecehan di Ponpes Ciawi, 3 Laporan Resmi Diproses
-
50 Persen Truk Sampah Kota Bogor Rusak, Lubang Body Cuma Ditambal Kardus
-
Panduan Rute Lengkap Menuju Wisata Alam Malasari: Akses Terbaik dari Jakarta, Bogor dan Sekitarnya
-
Special Oktober, The Village Resort Bogor By WH Hadirkan Beragam Promo Menarik
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Ubud-nya Bogor! 5 Rekomendasi Homestay di Desa Wisata Malasari Nanggung untuk Healing Maksimal
-
Hasil Autopsi Wanita yang Dibuang di Sholeh Iskandar, Patah Tulang Ekor dan Pendarahan Otak
-
Polres Bogor Temukan Unsur Pidana Pelecehan di Ponpes Ciawi, 3 Laporan Resmi Diproses
-
50 Persen Truk Sampah Kota Bogor Rusak, Lubang Body Cuma Ditambal Kardus
-
Febry Ambon Ngaku Lempar Anggi Auliya dari Tol BORR Saat Masih Hidup, Motif Sakit Hati Terungkap