Andi Ahmad S
Minggu, 31 Mei 2026 | 21:47 WIB
Mantan KSAD dan Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu disemayamkan di rumah duka, Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5/2026). ANTARA/M Fikri Setiawan
Baca 10 detik
  • Mantan KSAD dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada Minggu, 24 Mei 2026 di Cikeas, Bogor.
  • Tokoh militer serta pejabat negara hadir di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir secara militer bagi almarhum.
  • Almarhum dikenal melalui kontribusi strategisnya dalam pembangunan infrastruktur Aceh dan pendekatan humanis dalam menjalankan operasi militer TNI.

SuaraBogor.id - Dunia militer Indonesia tengah berduka. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sekaligus mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, dilaporkan meninggal dunia.

Sejumlah tokoh besar militer dan pejabat tinggi negara tampak mendatangi rumah duka di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Minggu (24/5/2026).

Suasana di sekitar kediaman almarhum tampak khidmat dan dijaga ketat oleh personel TNI bersenjata laras panjang. Jenazah disemayamkan di rumah duka sejak pukul 17.00 WIB, menunggu prosesi pemakaman secara militer.

Pantauan di lokasi menunjukkan gelombang pelayat terus berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari purnawirawan TNI, keluarga besar, hingga pejabat aktif.

Beberapa tokoh yang hadir memberikan penghormatan terakhir di antaranya Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri), Gatot Nurmantyo (Mantan Panglima TNI), Dudung Abdurachman (Kepala Staf Kepresidenan) serta sejumlah purnawirawan jenderal dan perwira tinggi TNI lainnya.

Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mengungkapkan duka mendalam atas kepergian seniornya tersebut.

Di mata Gatot, Ryamizard adalah pemimpin yang tidak hanya memiliki visi strategis, tetapi juga keberanian luar biasa dalam mengambil keputusan sulit demi kepentingan bangsa.

Salah satu warisan kepemimpinan Ryamizard yang paling membekas adalah perannya dalam pemulihan Aceh pasca-tsunami besar tahun 2004 silam melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

"Beliau yang menentukan dalam TMMD membuat jalan dari Banda Aceh sampai Teunom. Saat itu banyak pihak yang menganggap hal itu tidak mungkin dilakukan karena kondisi wilayah yang hancur dan terputus total akibat tsunami. Namun, beliau tetap menginstruksikan agar proyek tersebut segera diwujudkan, dan akhirnya benar-benar teralisasi," kenang Gatot

Baca Juga: Pecah Rekor MURI! Pemkab Bogor Sukses Gelar Layanan Publik Nonstop 100 Jam

Sementara itu, Dudung Abdurachman mengenang Ryamizard sebagai atasan yang banyak memberikan arahan ketika dirinya bertugas di Aceh.

Menurut Dudung, Ryamizard selalu menekankan pendekatan kemanusiaan dalam setiap operasi militer dan mengingatkan bahwa masyarakat harus dirangkul, bukan diposisikan sebagai musuh.

"Beliau menyampaikan kepada saya bahwa masyarakat Aceh bukan musuh kita sehingga pendekatannya harus pendekatan manusia. Itulah yang saya pegang saat melaksanakan tugas," kata Dudung.

Dudung menilai Ryamizard merupakan prajurit profesional yang konsisten mendorong pengembangan organisasi dan kualitas sumber daya manusia TNI.

"Beliau prajurit sejati, prajurit tulen yang betul-betul profesional. Banyak hal yang beliau kembangkan agar prajurit semakin profesional di bidangnya," ujarnya.

Ryamizard merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 2002 hingga 2005.

Load More