- Polres Metro Jakarta Barat membongkar kasus narkoba aktor Revaldo Fifaldi pada Kamis, 27 Agustus 2026.
- Revaldo kembali terjerumus narkoba akibat berkomunikasi dengan pengedar berinisial HS setelah keluar dari rehabilitasi Bogor.
- Polisi menangkap pengedar residivis berinisial HS dan FB di Jakarta Pusat pada Rabu, 26 Agustus 2026.
SuaraBogor.id - Kasus narkoba yang menjerat aktor Revaldo Fifaldi dibongkar Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (27/8/2026).
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol. Nasriadi menyebutkan bahwa sang aktor kembali terjerumus menggunakan narkoba setelah bertemu pemasok di wilayah Bogor, Jawa Barat.
Revaldo Fifaldi kata Kapolres bertemu dengan pengedar narkotika berinisial HS di tempat rehabilitasi narkotika di wilayah Bogor.
HS merupakan salah satu pemasok narkoba ke Revaldo Fifaldi.
Dia mengatakan, HS dan Revaldo berada di lingkungan rehabilitasi yang sama. Pada saat itu, istri HS tengah menjalani masa rehabilitasi di tempat yang sama dengan Revaldo.
Pertemuan Revaldo dengan HS bermula ketika adik ipar HS yang berprofesi sebagai artis datang menjenguk istrinya.
“Di situlah ketika adik iparnya sering menjenguk atau disuruh melihat kakaknya (istri HS), ternyata RF juga sedang direhab. Nah, di situlah bertemu dengan adik iparnya,” katanya kepada wartawan.
Setelah keduanya keluar dari tempat rehabilitasi, komunikasi antara Revaldo dan HS kembali berlanjut. Keduanya, kemudian kembali bertemu dalam acara peluncuran film perdana adik ipar HS.
Dari pertemuan tersebut, komunikasi antara Revaldo dan HS disebut semakin intens hingga akhirnya keduanya sepakat untuk menggunakan narkotika bersama.
Baca Juga: KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor
“Perbincangan atau komunikasi yang sering tersebut akhirnya mereka berjanji untuk memakai bersama di salah satu apartemen milik si bandar ini,” ujar Nasriadi.
Nasriadi mengungkapkan, HS awalnya memberikan narkotika kepada Revaldo secara cuma-cuma sebanyak tiga kali. Setelah kembali mengalami ketergantungan, Revaldo kemudian membeli narkotika dari HS.
“Kalau dari hasil penyidikan kita, dari yang digunakan dikasih cuma-cuma tiga kali. Artinya menggunakan secara gratis. Jadi RF terjebak dalam jaringan ini,” kata Nasriadi.
Polisi menyebut hanya menemukan satu kali transaksi pembelian narkotika antara Revaldo dan HS. Dalam transaksi tersebut, Revaldo membeli sabu seberat setengah gram dengan harga Rp650 ribu.
Nasriadi mengatakan, pergaulan dengan lingkungan narkotika membuat Revaldo kembali terjerat setelah sebelumnya menjalani rehabilitasi.
“RF sudah keluar dari rehab, sudah mulai sembuh, tetapi karena pergaulan yang tadi, akhirnya dia terlibat, terjebak kembali dalam pengedaran narkoba dan penggunaan narkoba itu,” ujarnya.
Berita Terkait
-
KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor
-
Niat Ikut Demo di DPR, 5 Pelajar Asal Sukabumi Malah Dicegat Polisi di Stasiun Bogor
-
Pastikan Korban Tawuran Ditangani RSUD, Bupati Bogor: Jaga Kondusivitas, Jangan Ada Korban Lagi
-
Viral Sopir Mengeluh Pungli di Pasar TU Kemang Bogor, PPJ Buka Suara Bikin Terang
-
Bela Istri yang Ditendang, Pria di Cibinong Tewas Ditikam Saat Beli Gorengan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor
-
Niat Ikut Demo di DPR, 5 Pelajar Asal Sukabumi Malah Dicegat Polisi di Stasiun Bogor
-
Pastikan Korban Tawuran Ditangani RSUD, Bupati Bogor: Jaga Kondusivitas, Jangan Ada Korban Lagi
-
Perkuat Sistem Ekonomi Kerakyatan, BRI Raih Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka