- Sejumlah SPBU Pertamina di Kota dan Kabupaten Bogor kehabisan stok bahan bakar Pertalite sejak awal September 2026.
- Petugas SPBU di wilayah Tanah Sareal dan Bogor Tengah memasang pemberitahuan bahwa pasokan bahan bakar sedang dalam pengiriman.
- Kondisi kelangkaan bahan bakar bersubsidi tersebut memicu antrean panjang pengendara sepeda motor di beberapa titik lokasi SPBU.
SuaraBogor.id - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU Pertamina di Kota Bogor, Jawa Barat mulai kehabisan stok Pertalite, jenis bahan bakar bensin subsidi.
Beberapa SPBU Pertamina yang didatangi Suara.com pada Jumat (4/9/2026) mengaku sudah kehabisan stok Pertalite dan Pertamax. Mereka memasang tulisan "sedang dalam pengiriman" di mesin dispenser bahan bakar.
Seorang tenaga penjual BBM di sebuah SPBU di bilangan Tanah Sareal, Bogor mengaku Pertalite dan Pertamax sudah habis sejak Jumat pagi.
Sementara petugas SPBU Pertamina di Bogor Tengah mengatakan Pertalite sudah tinggal sedikit, meski stok Pertamax masih banyak,
"Pertalite sudah tinggal sedikit lagi," kata dia kepada Suara.com.
Di SPBU tersebut tampak barisan panjang sepeda motor mengantre di dispenser Pertamax. Sementara di bagian khusus pengisian Pertalite untuk motor tampak kosong karena kehabisan stok.
Sebelumnya sejumlah pengguna media sosial sejak Kamis (3/9/2026) melaporkan kesulitan mencari Pertalite di Cibinong, Kabupaten Bogor.
Dalam video yang ditampilkan, tampak ada antrean panjang motor hendak mengisi BBM di SPBU tersebut di bilangan Cibinong.
Ini bukan pertama kalinya terjadi kelangkaan Pertalite dan Pertamax di Bogor. Sebelumnya pada Juli lalu, warga Kota Bogor juga mengeluhkan susahnya mencari BBM.
Baca Juga: Alun-Alun Kota Bogor Kembali Bau Pesing dan Dipenuhi Botol Air Kencing
Ketika itu Pertamina mengatakan kelangkaan disebabkan karena adanya kendala pada distribusi. Untuk saat ini, Suara.com sedang berusaha menghubungi Pertamina terkait kondisi kelangkaan BBM di Bogor.
Berita Terkait
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah
-
Mohon Doa Restu, Bupati Bogor Rudy Susmanto Jalani Operasi Jantung di RSUD Ciawi Hari Ini
-
Tolak Aturan 20 Tahun! 6 Fakta Demo Ratusan Sopir Angkot Bogor di Balai Kota
-
Bahas 'Kesempatan Kedua', Habib Ja'far Ajak Nasabah CIMB Niaga Syariah Refleksi Diri di Layar Lebar
-
Angkot Tua Terancam Mati, Sopir Geruduk Balai Kota Bogor: Kalau Dimatikan, Anak Istri Mau Makan Apa
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
Terkini
-
Dugaan Siswa SMPN 2 Cisarua Keracunan Susu UHT MBG, SPPG Buka Suara
-
BRI dan Pemerintah Perkuat Investasi Global, Dorong Ekonomi Lokal hingga UMKM
-
103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Bupati Bogor Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung
-
Sejumlah Siswa SMPN 2 Cisarua Bogor Diduga Keracunan Usai Konsumsi Susu MBG
-
'Yang Penting Tanam Dulu': Strategi Rudy Susmanto Sukses Hijaukan 220 Hektare Lahan Bogor