- Sepanjang pertengahan 2026, kemarau ekstrem menyebabkan 8.249 hektare lahan sawah di Kabupaten Bogor mengalami kekeringan.
- Krisis air akibat menyusutnya debit sungai ini memicu kegagalan panen seluas 39,1 hektare di wilayah Jonggol.
- Pemerintah Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan sosial sembako kepada 54 petani terdampak puso di Jonggol pada September 2026.
SuaraBogor.id - Sektor pertanian di Kabupaten Bogor tengah menghadapi tantangan berat akibat musim kemarau yang melanda sepanjang pertengahan tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru dari Petugas Pertanian Data Kecamatan (PPDK), tercatat sedikitnya 8.249,22 hektare lahan sawah terdampak kekeringan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan stabilitas pasokan gabah lokal, meskipun pemerintah daerah menegaskan bahwa tidak semua lahan yang kering berujung pada kegagalan panen total.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, memaparkan bahwa penurunan debit air sungai menjadi pemicu utama krisis ini.
Dari total luasan yang terdampak, sebarannya adalah sebagai berikut:
- Sawah Irigasi: 2.488,70 hektare (Akibat menyusutnya debit air pada saluran dan sungai induk).
- Sawah Tadah Hujan: 5.760,52 hektare (Akibat ketiadaan curah hujan sebagai sumber pengairan tunggal).
“Secara umum, kekeringan pada lahan sawah irigasi terjadi karena sungai induk tidak lagi mampu menyuplai air ke jaringan irigasi. Sementara untuk tadah hujan, praktis bergantung sepenuhnya pada cuaca,” ujar Entis Sutisna dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).
Meskipun angka 8.000 hektare terlihat fantastis, Entis memberikan catatan penting dari sisi teknis pertanian.
Mayoritas lahan tersebut saat ini dalam kondisi standing crops atau tanaman yang sudah memasuki fase menjelang panen.
“Sebagian sawah masih memiliki tanaman padi berdiri yang berpotensi tetap panen karena pada fase akhir, kebutuhan air sudah tidak sebanyak saat fase pertumbuhan awal,” jelasnya.
Namun, peringatan merah tetap berlaku untuk 467,40 hektare sawah yang berada dalam kondisi kritis. Di wilayah Jonggol, dilaporkan seluas 39,1 hektare lahan sudah resmi mengalami gagal panen (puso) per Agustus 2026.
Baca Juga: Mitra Strategis Bupati Rudy Susmanto, Kadin Bogor Siap Jadikan Tegar Beriman Rumah Pengusaha
Distanhorbun sebenarnya telah menyiagakan berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pompa air, hingga embung dan dam parit.
Sayangnya, efektivitas alat-alat tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air baku.
“Program pompanisasi dan irigasi saat ini tidak banyak membantu karena sumber airnya sendiri, baik sungai maupun sumur bor, sudah kering. Kami terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk memantau jaringan primer dan sekunder,” tambah Entis.
Sebagai langkah darurat untuk meringankan beban ekonomi para petani yang mengalami puso, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Distanhorbun telah menyalurkan bantuan sosial.
Pada 3 September 2026, sebanyak 54 petani di Kecamatan Jonggol menerima paket bantuan sembako di Balai Penyuluhan Pertanian setempat. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap dampak ekonomi langsung yang dirasakan keluarga petani akibat fenomena iklim ini.
Pemkab Bogor mengimbau para petani untuk mulai mempertimbangkan pola tanam palawija yang lebih hemat air pada musim tanam berikutnya guna memitigasi risiko kerugian yang lebih besar di tengah ketidakpastian cuaca global.
Berita Terkait
-
Mitra Strategis Bupati Rudy Susmanto, Kadin Bogor Siap Jadikan Tegar Beriman Rumah Pengusaha
-
Pertalite Kembali Langka di Bogor
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah
-
Mohon Doa Restu, Bupati Bogor Rudy Susmanto Jalani Operasi Jantung di RSUD Ciawi Hari Ini
-
Tolak Aturan 20 Tahun! 6 Fakta Demo Ratusan Sopir Angkot Bogor di Balai Kota
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan