Andi Ahmad S
Minggu, 06 September 2026 | 11:50 WIB
Warga tunjukan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (ANTARA/Desi Purnama Sari)
Baca 10 detik
  • BMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mencapai wilayah Bogor pada Minggu, 6 September.
  • Sekda Kabupaten Bogor meminta warga mengenakan masker dan membatasi aktivitas luar ruangan demi mencegah gangguan pernapasan.
  • Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk membersihkan endapan abu dengan hati-hati serta memantau informasi resmi BMKG.

SuaraBogor.id - Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau sudah sampai ke wilayah Bogor. Menanggapi hal ini, Pemkab Bogor meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengimbau warga agar selalu mengenakan masker demi mengantisipasi risiko gangguan pernapasan akibat partikel abu.

"Warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai langkah perlindungan dari paparan partikel abu vulkanik," tegas Ajat, Minggu.

Sebaran abu vulkanik hingga wilayah Bogor diketahui berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui analisis RGB Citra Satelit Himawari-9 pada Minggu (6/9) pukul 05.00 WIB.

BMKG memantau sebaran abu vulkanik dengan menyinkronkan hasil analisis citra satelit dengan data aktivitas erupsi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin.

Berdasarkan hasil observasi satelit, sebaran abu vulkanik teridentifikasi pada dua zona ketinggian dengan arah pergerakan berbeda.

Pada zona permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki, abu vulkanik bergerak ke arah timur laut-selatan dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta wilayah perairan di sekitarnya.

Sementara pada zona permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat daya-barat laut dengan cakupan sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Ajat mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi lingkungan mulai terdampak abu vulkanik.

Baca Juga: Kemarau Ekstrem 2026: 8.249 Hektare Sawah di Bogor Kekeringan, Jonggol Mulai Gagal Panen

Masyarakat yang menemukan endapan abu diminta membersihkannya secara hati-hati agar partikel tidak kembali beterbangan dan terhirup.

Pemkab Bogor meminta masyarakat terus memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun pergerakan sebaran abu vulkanik. [Antara].

Load More