- Siloam Hospitals TB Simatupang mengembangkan layanan jantung melalui teknologi alat pacu jantung tanpa kabel atau leadless pacemaker sejak 2022.
- Teknologi alat pacu jantung tanpa kabel tersebut dipasang langsung di dalam jantung tanpa kabel dan kantong dada untuk mengurangi komplikasi.
- Rumah sakit tersebut telah berhasil melakukan tindakan pada tujuh pasien menggunakan teknologi alat pacu jantung tanpa kabel sejak tahun 2022.
SuaraBogor.id - Siloam Hospitals TB Simatupang terus kembangkan layanan penanganan penyakit jantung dan gangguan irama jantung atau aritmia.
Salah satunya melalui teknologi leadless pacemaker atau alat pacu jantung tanpa kabel bagi pasien dengan kriteria tertentu.
Teknologi itu, diketahui, menjadi salah satu pilihan dalam pemasangan permanent pacemaker (PPM), terutama bagi pasien aritmia yang memiliki kondisi pembuluh darah tertentu maupun risiko komplikasi yang lebih tinggi.
“Pemilihan PPM ditentukan oleh jenis gangguan irama, kebutuhan pemacuan, fungsi jantung, kondisi pembuluh darah, risiko infeksi, serta keadaan klinis pasien. Leadless PPM saat ini direkomendasikan untuk pasien yang membutuhkan PPM dengan kriteria tertentu, salah satunya pasien aritmia dengan gangguan pembuluh darah,” jelas Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Budi Ario Tejo.
Katanya, aritmia dapat menyebabkan denyut jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, maupun tidak teratur.
Kondisi itu dapat menimbulkan gejala seperti mudah lelah, pusing. sesak, hampir pingsan hingga pingsan.
Selain itu, pasien membutuhkan impus listrik untuk membantu menjaga detak jantung tetap stabil.
Terlebih, kata Budi, terdapat gangguan pada pembuluh darah dan irama jantung yang melambat atau berhenti sesaat.
“Ketika aliran darah di pembuluh darah sudah terganggu (misalnya karena penyempitan atau kekakuan), jantung harus memompa dengan efektif. Jika ditambah irama jantung yang melambat atau terhenti sejenak (pause), maka pasokan darah dan oksigen ke otak serta organ vital lain akan sangat kurang,” kata dia.
Baca Juga: Buntut Pelayanan Buruk, DPRD Kabupaten Bogor Desak Dinkes Evaluasi Puskesmas Cisarua
Berbeda, dengan pacemaker konvensional, leadless pacemaker dipasang langsung di dalam jantung tanpa memakai kantong alat di dada maupun kabel transvena.
Kata Budi, metode itu dapat menghilangkan sejumlah komplikasi yang berkaitan dengan kantong alat dan kabel.
“Cara pasang leadless pacemaker adalah dengan ditempatkan langsung didalam jantung tanpa kantong alat di dada dan tanpa lead transvena dimana ini menghilangkan komplikasi terkait pocket dan lead,” jelas Budi.
Pasien yang dapat dipertimbangkan untuk menggunakan leadless pacemaker antara lain mereka yang memiliki riwayat infeksi tinggi, menjalani hemodialisis hingga memiliki masalah akses vena bagian atas.
Lalu, usai dan kondisi pasien juga menjadi pertimbangan dalam menentukan kelayakan pemasangan teknologi tersebut.
Dari sisi teknologi, sebagai informasi, leadless pacemaker memiliki ukuran sekitar 90 persen lebih kecil dibandingkan pacemaker konvensional.
Berita Terkait
-
Buntut Pelayanan Buruk, DPRD Kabupaten Bogor Desak Dinkes Evaluasi Puskesmas Cisarua
-
Sekda Bogor Evaluasi Menyeluruh Puskesmas, Kapus Cisarua Bakal Di Rolling?
-
Puskesmas Cisarua Disorot: Obat BPJS Sering Kosong, Gaya Kepemimpinan 'Raja Kecil' Mencuat
-
BRIsat Perkuat Fondasi Digital BRI untuk Perluas Inklusi Keuangan di Seluruh Indonesia
-
4 Rekomendasi Sepeda Goes Kekinian untuk Bapak-Bapak Usia 40 Tahun: Tetap Hits dan Sehat
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka
-
Santri Bogor Dituntut Melek AI, Kemenag: Program Khusus Belum Ada
-
Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua Bogor: Satu Orang Masih Dirawat
-
Saat Pesantren dan Ormas Islam Jadi Pahlawan Pendidikan di Pelosok Bogor
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas Belanja di Gunungsindur Bogor