Andi Ahmad S
Jum'at, 04 September 2026 | 18:28 WIB
Penjelasan dari dokter mengenai teknologi leadless pacemaker [SuaraBogor/HO/Siloam]
Baca 10 detik
  • Siloam Hospitals TB Simatupang mengembangkan layanan jantung melalui teknologi alat pacu jantung tanpa kabel atau leadless pacemaker sejak 2022.
  • Teknologi alat pacu jantung tanpa kabel tersebut dipasang langsung di dalam jantung tanpa kabel dan kantong dada untuk mengurangi komplikasi.
  • Rumah sakit tersebut telah berhasil melakukan tindakan pada tujuh pasien menggunakan teknologi alat pacu jantung tanpa kabel sejak tahun 2022.

Alat ini juga tidak membutuhkan kabel atau perangkat yang terlihat dari luar tubuh.

Selain memberikan kenyamanan dan hasil estetika yang lebih baik, teknologi tersebut juga berpotensi mengurangi risiko komplikasi tertentu, termasuk infeksi dan pacemaker-twiddler syndrome.

Kemudian, pemasangannya menggunakan kateter melalui pembuluh darah vena di pangkal paha sehingga tidak memerlukan operasi terbuka.

Terpisah, Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Dewi Wiguna, mengatakan rumah sakit tersebut telah menangani berbagai prosedur diagnosis dan intervensi pada jantung dan pembuluh darah.

“Kami telah berhasil melakukan tindakan aritmia pada lebih dari 140 kasus aritmia kompleks, diantaranya hampir 30 kasus PPM permanent pacemaker (PPM) di mana leadless pacemaker sendiri berhasil dilakukan di 7 pasien sejak tahun 2022,” ungkapnya.

Dia menyebut, layanan ini didukung oleh tim yang terdiri dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, subspesialis kardiologi intervensi, serta subspesialis aritmia.

“Siloam Hospitals TB Simatupang didukung oleh berbagai layanan seperti CT Scan 512 Slice generasi terbaru, Cath Lab yang dilengkapi dengan teknologi terkini dan dokter ahli berpengalaman lebih dari 30 tahun menangani aritmia di Indonesia serta perawat-perawat yang tersertifikasi,” tuturnya.

“Kami berharap bisa mendukung kesehatan masyarakat serta rujukan bagi rumah sakit sekitar dalam penanganan penyakit jantung dan artimia yang tepat dan cepat,” pungkasnya.

Kontributor : Dziharul Islam Nusantara

Baca Juga: Buntut Pelayanan Buruk, DPRD Kabupaten Bogor Desak Dinkes Evaluasi Puskesmas Cisarua

Load More