Andi Ahmad S
Minggu, 06 September 2026 | 23:30 WIB
Ilustrasi rumah tertutup abu vulkanik (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Bupati Bogor Rudy Susmanto mengeluarkan kebijakan strategis pada Minggu 6 September 2026 untuk melindungi kesehatan warga.
  • Tim gabungan Damkar, Polres Bogor, dan Kodim Bogor melakukan penyemprotan abu vulkanik di 40 kecamatan sejak Minggu pagi.
  • Pemerintah Kabupaten Bogor memberlakukan sekolah daring bagi seluruh jenjang pendidikan dari tanggal 7 hingga 8 September 2026.

SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat melakukan langkah-langkah luar biasa guna menangani dampak hujan abu vulkanik yang menyelimuti wilayah Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, resmi mengeluarkan kebijakan strategis untuk melindungi kesehatan masyarakat, termasuk mengalihkan sistem pembelajaran sekolah menjadi daring (PJJ).

Keputusan ini diambil setelah jajaran Pemkab Bogor menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur Forkopimda pada Minggu (6/9/2026).

Rudy Susmanto mengapresiasi gerak serentak tim gabungan dalam membersihkan sisa-sisa abu yang membahayakan pengendara dan pernapasan warga.

Sejak Minggu pagi, tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) turun ke jalan-jalan protokol di 40 Kecamatan se-Kabupaten Bogor.

"Alhamdulillah, tim Damkar sudah turun serentak melakukan penyemprotan. Kami juga sangat berterima kasih kepada Polres Bogor yang menerjunkan unit water cannon serta Kodim Bogor yang membantu dengan armada pemadam kebakarannya. Aksi ini akan terus berlanjut hingga tanggal 7, 8, sampai minggu depan," ujar Rudy Susmanto di Cibinong.

Merespons instruksi Gubernur Jawa Barat dan guna meminimalisir paparan abu vulkanik pada anak-anak, Pemkab Bogor memberlakukan kebijakan pembelajaran jarak jauh diantaranya:

  • Jadwal Daring: Senin (7/9/2026) hingga Selasa (8/9/2026).
  • Target: Seluruh jenjang sekolah di bawah naungan Pemkab Bogor.
  • Evaluasi: Kebijakan ini akan ditinjau kembali pada Selasa malam melihat perkembangan kondisi udara.

"Anak-anak adalah aset terpenting bangsa. Kami ingin mereka tetap berada di rumah untuk meminimalisir risiko kesehatan akibat abu vulkanik ini. Namun, kami meminta para guru dan kepala sekolah tetap hadir ke sekolah untuk melakukan pembersihan sarana pendidikan secara gotong-royong," tegas Rudy.

Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Bogor, Rudy menyadari bahwa penanganan bencana lingkungan ini membutuhkan kekuatan kolektif. Ia mengajak sektor swasta untuk turut berkontribusi nyata dalam membantu warga terdampak.

Baca Juga: Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

“Bogor cukup luas dan besar. Kami mengajak peran aktif pihak swasta untuk langsung membantu masyarakat di wilayah masing-masing. Semua akan lebih ringan jika kita bersatu padu membangun Bogor bersama-sama,” harapnya.

Load More