- Pemerintah Kabupaten Bogor mengerahkan sebelas sektor pemadam kebakaran untuk menyemprotkan air di wilayah perkotaan pada Minggu, 6 September 2026.
- Penyemprotan air halus dilakukan untuk membersihkan abu vulkanik guna mencegah risiko gangguan pernapasan dan infeksi saluran pernapasan akut bagi warga.
- Dinas Pemadam Kebakaran menjadwalkan operasi pembersihan dua kali sehari serta menyiagakan seluruh personel selama 24 jam penuh di lokasi terdampak.
SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) bergerak cepat merespons fenomena hujan abu yang melanda sejumlah wilayah pada Minggu pagi (6/9/2026).
Sebanyak 11 sektor pemadam kebakaran dikerahkan secara serentak untuk melakukan penyemprotan air guna membersihkan sisa abu dan menekan polusi udara.
Langkah darurat ini diambil atas instruksi langsung Bupati Bogor guna memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi cuaca ekstrem musim kemarau.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa operasi pembersihan ini menggunakan teknik light water spray atau penyemprotan air halus.
Fokus utama penyemprotan adalah wilayah-wilayah perkotaan dan jalan protokol di kecamatan se-Kabupaten Bogor yang terdampak paling parah.
“Kegiatan hari ini dilakukan oleh anggota di 11 sektor atas seizin pimpinan, Bapak Bupati Bogor. Tujuannya untuk mengurangi efek terjadinya debu atau abu di wilayah perkotaan, terutama karena saat ini sedang musim kemarau yang membuat debu sulit hilang secara alami,” ujar Yudi Santosa saat memberikan keterangan di Cibinong, Minggu (6/9/2026).
Yudi menekankan bahwa partikel abu vulkanik memiliki karakteristik yang berbeda dengan debu biasa. Secara teknis, abu vulkanik yang terhirup dapat memicu iritasi saluran pernapasan hingga risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Abu vulkanik ini dapat mengakibatkan gangguan pernapasan. Dengan penyemprotan ini, kita harapkan partikel debu tersebut turun bersama air dan udara kembali menjadi bersih untuk dihirup masyarakat,” tambahnya.
Mengingat volume abu yang cukup banyak dan masih tersisa hingga Minggu siang, Dinas Damkar menjadwalkan operasi ini dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari guna memastikan pembersihan yang optimal.
Baca Juga: Kondisi Bogor Terdampak Krakatau, Sekda Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Rumah
“Kami lakukan selama satu hari ini. Setelah sesi pagi tadi, nanti sore akan kami lakukan penyemprotan kembali di titik-titik rawan pemukiman dan jalan raya,” tegas Yudi.
Dinas Damkar Kabupaten Bogor memastikan seluruh personel dan armada di 11 sektor tetap bersiaga 24 jam untuk menangani dampak lanjutan dari fenomena hujan abu ini maupun potensi kebakaran lahan yang meningkat selama musim kemarau.
Berita Terkait
-
Kondisi Bogor Terdampak Krakatau, Sekda Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Rumah
-
Kemarau Ekstrem 2026: 8.249 Hektare Sawah di Bogor Kekeringan, Jonggol Mulai Gagal Panen
-
Mitra Strategis Bupati Rudy Susmanto, Kadin Bogor Siap Jadikan Tegar Beriman Rumah Pengusaha
-
Pertalite Kembali Langka di Bogor
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
Terkini
-
Titik Api 500 Meter dari Akses Utama, Helikopter TNI AU Dikerahkan Padamkan TPA Galuga
-
Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih
-
KRL Siap Mengular Hingga Cigombong pada 2027, Target Lanjut Sampai Sukabumi
-
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Warga Kota Bogor Panic Buying, Stok Masker di Apotek Ludes
-
Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif