- Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko menyatakan bahwa minimnya personel TRC yang belum mencapai 40 orang menghambat penanggulangan bencana.
- BPBD Kota Bogor menerapkan penanganan darurat secara bertahap berdasarkan prioritas keselamatan jiwa ketika puluhan titik bencana terjadi bersamaan.
- Pada Jumat (11/9/2026), Dimas menyampaikan rencana penambahan kapasitas SDM dan penerapan pola kolaborasi bersama perangkat daerah serta relawan.
SuaraBogor.id - Kesiapan BPBD Kota Bogor dalam menanggulangi bencana masih terganjal minimnya jumlah personel. Kendala ini sangat terasa saat belasan hingga puluhan titik bencana terjadi secara bersamaan di wilayah Bogor.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, mengungkapkan bahwa kekuatan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dimiliki saat ini bahkan belum menyentuh angka 40 orang.
"Harapannya ke depan, seiring rencana peningkatan status kelembagaan menjadi badan eselon II, kapasitas dan jumlah sumber daya manusia (SDM) kami juga bisa ditambah," ujar Dimas saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).
Dimas menyebut, idealnya BPBD memiliki sedikitnya satu peleton yang beranggotakan 21 atau 31 personel.
Misal dengan tiga peleton, kata dia, kebutuhan personel TRC dapat lebih menunjang percepatan penanganan kondisi kedaruratan di wilayah Kota Bogor.
Keterbatasan personel paling terasa ketika sejumlah bencana terjadi secara bersamaan.
Dimas mengatakan, pada kondisi cuaca ekstrem di awal tahun, BPBD pernah menerima sekitar 30 hingga 40 laporan kejadian dalam satu hari.
Dalam kondisi itu, BPBD tetap melakukan asesmen terhadap seluruh laporan, namun penanganannya dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat urgensi.
"Tapi alhamdulillah bisa tertangani walaupun secara proses asesmen itu pilah pilih dulu secara prioritas, salah satu prioritasnya ketika itu secara urgensi menempati rating yang tertinggi itu mengancam jiwa dan keselamatan, nah itu yang kami prioritaskan," jelas Dimas.
Baca Juga: Usai Digeledah Polda Metro Jaya Terkait Mafia Tanah, Pelayanan BPN Cibinong Kembali Normal
Kata dia, penanganan bencana diKota Bogor tidak hanya mengandalkan personel BPBD.
Keterlibatan unsur perangkat daerah, aparatur setempat, serta relawan menjadi bagian penting dalam menghadapi banyak kejadian secara bersamaan.
"Jadi polanya kolaboratif karena gak bisa kalau cuma ngandelin kita sendiri gak bisa," tegasnya.
Dimas mengatakan, pola kolaborasi tersebut selama ini membantu BPBD dalam penanganan awal ketika jumlah laporan kejadian meningkat.
Kontributor : Dziharul Islam Nusantara
Berita Terkait
-
Usai Digeledah Polda Metro Jaya Terkait Mafia Tanah, Pelayanan BPN Cibinong Kembali Normal
-
Perjuangan Ratusan Petugas Taklukkan Bara Sampah di TPAS Galuga
-
Dugaan Baku Tembak di Pandawa Parungpanjang, Polres Bogor Gelar Olah TKP Tertutup dan Buru Pelaku
-
Kasus PTSL Bojonggede, Tiga Lokasi di Kabupaten Bogor Digeledah Polisi
-
Polda Metro Jaya Geledah Kantor BPN Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Mafia Tanah Program PTSL
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor
-
Personel Masih Minim, BPBD Kota Bogor Kewalahan Hadapi Bencana Serentak
-
Usai Digeledah Polda Metro Jaya Terkait Mafia Tanah, Pelayanan BPN Cibinong Kembali Normal
-
BRImo Taiwan Raih Penghargaan, BRI Perkuat Layanan Finansial bagi Masyarakat Indonesia di Taiwan
-
Perjuangan Ratusan Petugas Taklukkan Bara Sampah di TPAS Galuga