Andi Ahmad S
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:55 WIB
Sosialisasi Bangunan mewah di Cluster Coatesville, Kota Wisata, Kabupaten Bogor [Andi Ahmad / Suara.com]
Baca 10 detik
  • Warga Cluster Coatesville Bogor keberatan atas proyek pembangunan gedung fasos-fasum oleh Ketua RW pada Sabtu 17 Oktober 2026.
  • Proyek dinilai bermasalah karena perluasan bangunan, perubahan fungsi lahan taman, kurangnya transparansi, dan minimnya musyawarah warga.
  • Warga meminta pengurus RW membuka dialog serta menghentikan sementara pembangunan untuk mengevaluasi anggaran dan desain.

SuaraBogor.id - Sejumlah warga Cluster Coatesville, Kota Wisata, Kabupaten Bogor, menyampaikan keberatan terhadap proyek pembangunan gedung di atas lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum).

Proyek yang diinisiasi oleh Ketua RW, Listianto, tersebut dipersoalkan karena dinilai tidak sesuai dengan informasi awal yang diterima warga, mengalami perubahan desain dan perluasan bangunan, serta belum didahului musyawarah yang melibatkan seluruh warga.

Warga juga mempertanyakan kesesuaian pembangunan dengan peruntukan lahan fasos-fasum yang, menurut mereka, telah diserahterimakan oleh pengembang dan berstatus sebagai aset daerah.

Mereka berharap pengurus RW memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar pembangunan, perubahan desain, serta penggunaan anggaran proyek.

Salah satu warga yang menyampaikan keberatan adalah Afgan, penghuni Blok SC 04 yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi pembangunan. Ia mengatakan, keberatan tersebut berawal dari perubahan rencana pemanfaatan lahan setelah proses serah terima fasos-fasum.

“Aturan pasca-serah terima menegaskan bahwa tidak boleh ada perubahan fungsi. Awalnya lokasi tersebut diperuntukkan bagi gazebo, namun kini justru berubah menjadi bangunan yang jauh lebih besar,” ujar Afgan, kepada wartawan, Sabtu (17/10/2026).

Menurut warga, persoalan tidak hanya terletak pada bentuk fisik bangunan, tetapi juga pada proses pengambilan keputusan.

Mereka menilai sosialisasi dan pemaparan desain hanya melibatkan sebagian kecil warga. Sementara itu, tidak semua penghuni mendapat kesempatan untuk menyampaikan pendapat atau memberikan persetujuan sebelum pembangunan dilaksanakan.

Warga juga menyoroti perubahan luas bangunan yang disebut meningkat dari rencana awal 256 meter persegi menjadi sekitar 480 meter persegi.

Baca Juga: Gempa M 4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Warga Rasakan Getaran

Perluasan tersebut dikhawatirkan mengurangi ruang terbuka hijau (RTH) dan berdampak pada fasilitas taman yang selama ini dimanfaatkan warga.

Bahkan, menurut informasi yang disampaikan warga, area taman bermain anak yang baru dibangun dua hari sebelumnya turut terdampak oleh proyek tersebut.

Selain berkurangnya ruang terbuka, dimensi dan ketinggian bangunan juga menjadi keluhan. Sejumlah warga menilai bangunan yang dinilai terlalu besar dapat mengganggu kenyamanan lingkungan, termasuk penghuni Blok SC 09 yang mengaku turut merasakan dampak pembangunan meskipun berada lebih jauh dari lokasi proyek.

Warga meminta agar perubahan desain dan luas bangunan dijelaskan secara terbuka, termasuk kesesuaiannya dengan peruntukan lahan serta rencana awal yang telah disosialisasikan.

Persoalan lain yang menjadi perhatian warga adalah transparansi pembiayaan proyek. Berdasarkan informasi awal yang mereka terima, biaya pembangunan diperkirakan sebesar Rp650 juta. Namun, angka tersebut disebut meningkat hingga Rp1,5 miliar.

Warga juga mempertanyakan adanya permintaan sumbangan tambahan yang, menurut informasi mereka, ditujukan kepada sekitar 150 orang penghuni.

Load More