- Warga Cluster Coatesville Bogor keberatan atas proyek pembangunan gedung fasos-fasum oleh Ketua RW pada Sabtu 17 Oktober 2026.
- Proyek dinilai bermasalah karena perluasan bangunan, perubahan fungsi lahan taman, kurangnya transparansi, dan minimnya musyawarah warga.
- Warga meminta pengurus RW membuka dialog serta menghentikan sementara pembangunan untuk mengevaluasi anggaran dan desain.
Di sisi lain, Cluster Coatesville memiliki sekitar 400 rumah dengan iuran pengelolaan lingkungan (IPL) sebesar Rp300.000 per bulan untuk rumah dengan luas 250 meter persegi.
Kondisi tersebut mendorong warga mempertanyakan pengelolaan kas lingkungan, jumlah dana yang tersedia, serta alasan diperlukannya sumbangan tambahan di luar iuran rutin.
Sebagian warga memperkirakan akumulasi dana IPL telah mencapai lebih dari Rp1 miliar. Namun, besaran saldo kas yang sebenarnya, penggunaannya selama ini, serta sumber pendanaan proyek masih perlu dijelaskan melalui laporan keuangan yang dapat diakses warga.
Karena itu, warga meminta pengurus RW membuka rincian anggaran, termasuk estimasi biaya awal, perubahan nilai proyek, sumber dana, serta dasar pengumpulan sumbangan tambahan.
Warga Menilai Rencana Renovasi Berubah Menjadi Pembangunan Gedung
Keberatan juga disampaikan Deni, warga yang berharap area tersebut tetap berfungsi sebagai taman dengan gazebo, bukan berubah menjadi bangunan berukuran besar.
“Ini kan fasum taman. Hak untuk menggunakan bukan berarti hak untuk mengubah peruntukannya. Saya sebagai pengguna merasa tidak nyaman dengan kondisi sekarang. Dampaknya juga berpotensi menurunkan nilai properti saya,” ujar Deni.
Menurut Deni, pemanfaatan fasilitas umum semestinya tetap memperhatikan fungsi awal lahan dan kepentingan seluruh penghuni. Ia berharap perubahan rencana pembangunan dikaji kembali dengan melibatkan warga yang terdampak.
Keluhan serupa disampaikan Yani. Ia menyoroti ketinggian bangunan, warna merah yang dinilai mencolok, serta aktivitas konstruksi yang dianggap mengganggu kenyamanan lingkungan.
Baca Juga: Gempa M 4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Warga Rasakan Getaran
“Bangunan ini terlalu tinggi, silau, dan warnanya merah. Awalnya disampaikan bahwa ini hanya renovasi gazebo, tetapi kenyataannya menjadi seperti ini. Saya merasa sangat terganggu oleh aktivitas pembangunan sampai harus masuk rumah sakit,” kata Yani.
Pernyataan tersebut menggambarkan dampak yang dirasakan Yani selama pembangunan berlangsung. Namun, hubungan antara aktivitas proyek dan kondisi kesehatannya memerlukan keterangan atau bukti pendukung apabila hendak dipastikan secara medis.
Sementara itu, Poltak mengaku keberatan karena menilai informasi awal yang disampaikan kepada warga tidak menggambarkan pembangunan gedung dengan ukuran seperti saat ini. Ia juga menyatakan tidak pernah didatangi atau dimintai persetujuan mengenai rencana tersebut.
“Saya membeli rumah di sini karena ingin mendapatkan lingkungan yang nyaman, bukan untuk tinggal di kawasan yang kemudian dibangun gedung sebesar ini. Kami tidak pernah didatangi dan dimintai persetujuan. Informasi yang dibagikan kepada warga adalah renovasi, bukan pembangunan gedung seluas ini. Kami merasa dibohongi,” ungkap Poltak.
Sejumlah warga berharap pengurus RW memberikan penjelasan terbuka mengenai status dan peruntukan lahan, perubahan desain, luas bangunan, mekanisme pengambilan keputusan, serta penggunaan anggaran proyek.
Mereka juga meminta agar pembangunan dievaluasi dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku, fungsi fasilitas umum, keberadaan ruang terbuka hijau, dan kenyamanan penghuni di sekitar lokasi.
Berita Terkait
-
Gempa M 4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Warga Rasakan Getaran
-
Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan
-
Rektor IPB Alim Setiawan Santer Dikabarkan Jadi Wamentan?
-
Polisi Gerebek Lapak di Laladon Bogor, Sita 580 Butir Obat Keras
-
Tragedi Jalan Menurun Puncak: Elf Hilang Kendali, Tabrak Tembok Jembatan Ciawi Hingga Masuk Sungai
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Urutan Skincare Malam Wardah Advance untuk Kencangkan Kulit Wanita Usia 50 Tahun
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak
-
BRI Perluas Akses Keuangan Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat
-
Gempa M 4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Warga Rasakan Getaran
-
Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan
-
Rektor IPB Alim Setiawan Santer Dikabarkan Jadi Wamentan?