Hal itu jelas membuat ruang perawatan isolasi semakin penuh, dan nakes harus bekerja ekstra menangani pasien.
Mengingat kewaspadaan tetap harus tinggi, kata Atang, alur penanganan jenazah pasien Covid-19 tetap harus ketat.
"SOP tetap harus dijalankan, termasuk kegiatan di luar aktivitas penanganan medis. Kejadian tertukarnya jenazah berarti menjadi warning agar SOP tetap harus jalan," kata Atang.
Jenazah Covid-19 Hampir Tertukar
Baca Juga:Dinkes Bogor Tak Becus Hadapi Covid-19, Walkot Bima: Kita Butuh Petarung!
Diberitakan sebelumnya, insiden jenazah Covid-19 hampir tertukar di ruang isolasi RSUD Kota Bogor terjadi pada, Rabu (30/12/2020).
Diketahui, pada Senin (4/1/2021), DF (24 tahun) menjelaskan, ibunya W (44) mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Kota Bogor pada Rabu (30/12) sekitar pukul 00.05 WIB.
Namun, oleh petugas RSUD, surat kematian ditulis pada Selasa (29/12).
Selain itu, DF menambahkan, insiden terjadi ketika jenazah ibunya hampir tertukar dengan jenazah laki-laki yang juga berstatus positif Covid-19.
Baca Juga:Makam Tumpang Covid-19, Wagub DKI: Rata-rata Ahli Waris Tak Masalah