Kudeta Partai Demokrat, AHY Yakin Nama Jokowi Dicatut untuk Takuti Kader

AHY juga menduga perbuatan membawa-bawa nama Presiden Jokowi itu dilakukan untuk memecah-belah hubungan.

Pebriansyah Ariefana
Kamis, 18 Februari 2021 | 10:51 WIB
Kudeta Partai Demokrat, AHY Yakin Nama Jokowi Dicatut untuk Takuti Kader
Presiden Jokowi / [Sekretariat Presiden]

SuaraBogor.id - AHY klarifikasi Jokowi tidak terlibat kudeta Partai Demokrat. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY yakin nama Jokowi dicatut dalam aksi gerakan mendorong Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat untuk menakut-nakuti kader Partai Demokrat.

AHY juga menduga perbuatan membawa-bawa nama Presiden Jokowi itu dilakukan untuk memecah-belah hubungan yang terjalin antara Jokowi dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebab, menurut AHY, selama ini SBY memiliki hubungan yang cukup baik dengan Presiden Jokowi.

"Tapi kelompok ini berusaha memecah-belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu," kata AHY.

Baca Juga:AHY Klarifikasi Jokowi Tak Terlibat Kudeta Partai Demokrat

AHY mengatakan nama Jokowi dibawa-bawa dalam kudeta Partai Demokrat hanya akal-akalan kelompok gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) untuk menakut-nakuti para kader agar mau bergabung dalam gerakan mereka.

"Terhadap hal itu, saya sudah mendapatkan sinyal bahwa Presiden tidak tahu-menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu. Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader," ujar AHY dalam siaran pers Partai Demokrat yang diterima di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

AHY mengatakan bahwa GPK-PD memiliki pola kuno untuk menjadikan seseorang menjadi Ketua Umum Partai Demokrat yaitu melalui Kongres Luar Biasa.

Ia mengatakan gerakan itu mula-mula berupaya mempengaruhi para pemilik suara sah Partai Demokrat.

"Karena tidak berhasil, mereka mencoba mempengaruhi pengurus DPD dan DPC, tapi tidak berhasil juga," katanya.

Baca Juga:Tidak Hanya AHY, Pengamat: Serangan Marzuki Alie Juga Sasar SBY

Kemudian mereka mencoba mempengaruhi mantan pengurus yang kecewa, mengklaim bahwa itu merepresentasikan pemilik suara, dan mengklaim telah berhasil mengumpulkan suara sekian puluh bahkan sekian ratus suara.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini