facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sungai Cikeas Tersumbat Tumpukan Sampah Bambu Berpotensi Sebabkan Banjir

Andi Ahmad S Rabu, 24 Februari 2021 | 15:42 WIB

Sungai Cikeas Tersumbat Tumpukan Sampah Bambu Berpotensi Sebabkan Banjir
Tumpukan sampah bambu di Sungai Cikeas.[Istimewa]

Tumpukan sampah babu itu saat ini terjadi di aliran sungai di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

SuaraBogor.id - Sungai Cikeas tersumbat tumpukan sampah bambu. Hal itu tentu berpotensi sebabkan banjir di wilayah sekitaran aliran Sungai Cikeas.

Tumpukan sampah babu itu saat ini terjadi di aliran sungai di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi berbatasan langsung dengan Perumahan Vila Nusa Indah (VNI) III, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman di Bekasi, Rabu mengatakan sampah bambu biasanya menumpuk dan menyumbat aliran sungai di Bendung Kodja.

"Namun akibat hujan lebat beberapa hari lalu, gunungan sampah bambu sudah mulai menyumbat aliran sungai di kawasan Perumahan Vila Nusa Indah (VNI) III, beberapa kilometer sebelum Bendung Kodja," katanya dilansir dari Antara, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga: Bali United Enggan Rombak Pertahanan Jelang Piala Menpora 2021

Bambu yang tumbuh di bibir sungai itu, kata dia, terbawa arus air saat sungai meninggi. Karena jumlahnya banyak, akhirnya menyumbat aliran sungai Cikeas yang lebarnya tidak lebih dari 10 meter.

Tumpukan sampah bambu itu semakin menggunung karena di wilayah tersebut juga terjadi longsor empat rumpun bambu akibat meningginya air sungai, dampak curah hujan yang tinggi.

Puarman mengaku sejak Rabu (24/2) pagi Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan upaya pembersihan sampah bambu dengan melibatkan 15 personel anggota Tim Katak dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Dia berharap dalam dua hari ke depan sampah bambu tersebut bisa diatasi oleh Tim Katak Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi.

"Guna kelancaran kegiatan bebersih tersebut, kami ikut berkontribusi dalam bentuk konsumsi," demikian Puarman. (Antara).

Baca Juga: Aktivitas Marketing di Kampung Miliarder Buat Resah Warga, Desa Lakukan Ini

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait