alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mengaku Bayar ke Anggota, Lapak PKL di Cianjur Dibongkar Satpol PP

Andi Ahmad S Rabu, 05 Mei 2021 | 07:10 WIB

Mengaku Bayar ke Anggota, Lapak PKL di Cianjur Dibongkar Satpol PP
Ilustrasi Lapak PKL di Cianjur dibongkar Satpol PP. [Suara.com/HO/ Satpol PP Bogor]

Hal itu disebabkan karena para PKL mengaku sudah membayar lapak mereka untuk diizinkan berjualan di tempat tersebut.

SuaraBogor.id - Tak terima lapaknya dibongkar, belasan pedagang kaki lima atau PKL serbu kantor Satpol PP Cianjur. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/5/2021).

Hal itu disebabkan karena para PKL mengaku sudah membayar lapak mereka untuk diizinkan berjualan di tempat tersebut.

Para pedagang tidak terima ditertibkan dengan cara kasar dan mengaku sudah memberikan sejumlah uang agar bisa berjualan. Namun, nyatanya Satpol PP Cianjur malah membongkarnya.

Pantauan di kantor Satpol PP dan Damkar Cianjur, sejumlah perwakilan para pedagang kaki lima yang didampingi aktivis Cianjur Galih Widyaswara menanyakan penertiban yang secara tidak pantas dan mengaku sudah menyetor uang pada oknum petugas Satpol PP.

Baca Juga: Pasutri Pemalsu Surat Keterangan Antigen Ditangkap Polres Cianjur

Saat dialog antara Galih bersama perwakilan dengan petugas Satpol sempat memanas, bahkan salah jendela kaca pecah diduga dipukul salah seorang pedagang.

“Kami keberatan dengan penertiban, lantaran para pedagang mengaku sudah membayar sejumlah uang agar bisa berjualan di momen Ramadan hingga Idul Fitri,” kata Galih pada wartawan di sela-sela aksi ke Kantor Satpol PP dan Damkar, dilansir dari Ayobandung.com -jaringan Suara.com.

Kasatpol PP Cianjur Hendri Prasetyadi, mengatakan, ketegangan antara perwakilan pedagang dengan petugasnya akibat kesalahpahaman.

“Kami tegaskan, tidak ada anggotanya mengucapkan kata yang tak pantas saat penertiban,” terang Hendry.

Mengenai keributan itu sendiri, Hendry mengungkapkan, karena para perwakilan pedagang terlalu emosi dan menyerang petugas.

Baca Juga: Terkuak! Pasutri di Cianjur Palsukan Surat Keterangan Bebas COVID-19

“Keributan terjadi sebelum mediasi antara pedagang dengan kami. Mengenai yang luka, itu karena saat pecah kaca,” katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait