facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sungai Cileungsi Siaga 1, Bojongkulur Terancam Banjir Malam Ini

Andi Ahmad S Kamis, 06 Mei 2021 | 20:15 WIB

Sungai Cileungsi Siaga 1, Bojongkulur Terancam Banjir Malam Ini
Ilustrasi Banjir. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

Hal tersebut diketahui saat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Cileungsi, mengalami peningkatan sejak pukul 18.15 WIB.

SuaraBogor.id - Aliran air di Sungai Cileungsi mulai mengalami kenaikan sejak sebagain wilayah Kabupaten Bogor diguyur hujan lebat, Kamis (6/5/2021).

Hal tersebut diketahui saat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Cileungsi, mengalami peningkatan sejak pukul 18.15 WIB.

Komunitas Pedulis Sungai Cileungsi - Cikeas (KP2C) mencatat, kenaikan TMA di Sungai Cileungsi mencapai 350 sentimeter. Dengan pencapaian angka tersebur status sungai menjadi siaga 1 dan berpotensi banjir di sejumlah wilayah bantaran sungai.

“Betul TMA Sungai Cileungsi naik 350 sentimeter. Status siaga 1 dan berpotensi banjir,” kata Ketua KP2C Puarman kepada Suarabogor.id, Kamis (6/5/2021).

Baca Juga: KP2C: TMA Sungai Cileungsi Siaga 1, Kota Bekasi Berpotensi Banjir Malam Ini

Puarman memperkirakan, kemungkinan banjir akan terjadi pada pukul 21.30 WIB. Sejumlah masyarakat pun telah dihimbau agar melakukan evakuasi mandiri secara teratur.

“Perkiraan banjir mulai jam 21.30. Masyarakat tidak perlu panik dan diminta agar melakukan evakuasi mandiri secara teratur,” tutupnya.

Bedasarkan informasi yang dihimpun sejumlah masyarakat khususnya di bantaran Sungai Cileungsi diminta agar melakukan evakuasi mandiri.

Mengingat status sungai menjadi siaga 1 sejak intensitas hujan meninggi. Sehingga masyarakat bisa mulai menaikan barang-barang, memindahkan kendaraan, hingga mengungsi ke lantai dua atau tempat pengungsian terdekat.

Seperti diketahui banjir sempat melanda kawasan bantaran Sungai Cileungsi tahun lalu. Ribuan warga di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menjadi korban luapan air.

Baca Juga: Hari Pertama Penyekatan Larangan Mudik, Jalan Tikus di Bogor Macet

Sedikitnya pada bencana alam saat itu sebanyak 1.800 kepala keluarga (KK) terdampak. Tercatat sebanyak 13.000 jiwa di enam RW terdampak banjir.

Kontributor : Regi Pranata Bangun

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait