Ritual Seks di Gunung Kemukus, Juru Kunci Makam Ungkap Fakta Sesungguhnya

Ternyata, ada fakta mengejutkan di Gunung Kemukus Sragen tersebut. Banyak masyarakat yang sering melakukan ziarah hingga melakukan hubungan badan.

Andi Ahmad S
Minggu, 06 Juni 2021 | 10:01 WIB
Ritual Seks di Gunung Kemukus, Juru Kunci Makam Ungkap Fakta Sesungguhnya
Pemandangan di sekitar Gunung Kemukus. (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

SuaraBogor.id - Mungkin perihal ritual seks bebas di Gunung Kemukus, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah sudah menjadi rahasia umum lagi di kalangan masyarakat Jawa Tengah.

Ternyata, ada fakta mengejutkan di Gunung Kemukus Sragen tersebut. Banyak masyarakat yang sering melakukan ziarah hingga melakukan hubungan badan.

Lebih mengejutkan, hubungan badan yang dilakukan di Gunung Kemukus itu bukan lagi pasangan sahnya. Hal itu diyakini bisa membawa kekayaan terhadap mereka yang melakukan hubungan seks di kawasan itu.

Disitat dari Telisik.id -jaringan Suara.com, setelah melakukan hubungan intim di sana, keduanya pun harus bertemu lagi, lalu melakukan selamatan dan syukuran di tempat yang sama yakni Gunung Kemukus Sragen.

Baca Juga:Kuliner Khas Sangiran Sragen, Ada Balung Kethek Hingga Kacang Kreweng

Di gunung yang banyak didatangi para peziarah itu adalah makam seorang pangeran yang bernama Samudro. Ia adalah putra dari Raja Majapahit terakhir.

Beberapa orang juga meyakini bahwa berziarah ke sana sebanyak tujuh kali pada Kamis pahing atau Kamis wage, diyakini bakal dikabulkan doanya setelah berhubungan badan terhadap orang yang tak dikenalinya.

Menurut juru kunci makam Pangeran Samudro di gunung tersebut, Tojiman, sebenarnya tidak pernah ada syarat ritual seks seperti itu.

"Peziarah cukup datang dan langsung menuju ke makam. Setelah menyampaikan maksud dan tujuan berziarah, lalu dipersilakan masuk ke dalam ruangan tempat Pangeran Samudro dan ibu tirinya, Ontrowulan. Setelah itu pulang ke rumah,” kata Tojiman, disitat dari Telisik.id- jaringan Suara.com, Minggu (6/6/2021).

Diketahui, bahwa makam Pangeran Samudera dianggap bertuah oleh ribuan peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Baca Juga:Ledakan Kasus Covid-19 di Kudus, Ganjar Pranowo Kirim Puluhan Nakes

Para peziarah ini juga harus siap mengukur menapaki anak tangga menuju makam, sebab kompleksnya tepat berada di puncak bukit setinggi 300 meter di atas permukaan laut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini