Makamnya terdiri dari bangunan utama berbentuk rumah joglo dengan campuran dinding beton dan papan.
Selain itu, akibat populernya ritual seks dan banyaknya para peziarah di kawasan gunung, warga pun banyak mendirikan penginapan hingga tempat hiburan malam di lokasi tersebut.
Sebenarnya, Pemda setempat secara resmi menutup aktivitas yang berhubungan dengan ritual seks di sana, hingga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja, Kepolisian Sektor, serta Komando Rayon Militer.
Sasarannya, para pemilik hiburan karaoke dan rumah penginapan di sekitar lokasi ziarah Gunung Kemukus.
Baca Juga:Kuliner Khas Sangiran Sragen, Ada Balung Kethek Hingga Kacang Kreweng
Setelah penutupan memang terlihat sepi, namun ada beberapa warung makan dan penginapan yang nekat masih buka.
Tak cuma itu, bahkan di tempat tersebut kini banyak pekerja seks komersil yang menjajakan diri berkedok ritual.
Dengan demikian, para peziarah yang tidak membawa pasangan atau masih jomblo bisa menggunakan jasa para PSK tersebut untuk melakukan ritual.
Kesempatan ini pun digunakan para pria hidung belang. Alih-alih mencari pesugihan, ternyata malah untuk melakukan hubungan seks baik dengan pasangan yang belum resmi maupun dengan PSK yang banyak tersedia.
Saking populernya ritual seks di Gunung Kemukus itu, hingga menarik perhatian media luar untuk meliputnya.
Baca Juga:Ledakan Kasus Covid-19 di Kudus, Ganjar Pranowo Kirim Puluhan Nakes
Salah satunya yakni media Special Broadcasting Service asal Australia dalam pemberitaanya media itu menuliskan kejadian ini dengan judul Sex Mountain.