alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kelompok Beratribut Wartawan Geruduk Pemkab Bogor, Polisi: Ilegal

Andi Ahmad S Senin, 21 Juni 2021 | 20:42 WIB

Kelompok Beratribut Wartawan Geruduk Pemkab Bogor, Polisi: Ilegal
Aksi unjuk rasa kelompok beratribut wartawan di Cibinong, Kabupaten Bogor [Ist]

Menurutnya, selama pandemi COVID-19, Kepolisian tidak mengeluarkan izin pelaksanaan demontrasi kepada siapapun yang mengajukan permohonan, karena khawatir menjadi klaster

SuaraBogor.id - Kapolres Bogor AKBP Harun menganggap aksi demontrasi sekolompok beratribut wartawan di Komplek Pemerintahan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (21/6/2021), ilegal karena tak berizin.

"Kita tidak mengeluarkan izin," ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan.

Menurutnya, selama pandemi COVID-19, Kepolisian tidak mengeluarkan izin pelaksanaan demontrasi kepada siapapun yang mengajukan permohonan, karena khawatir menjadi klaster penularan.

Puluhan orang yang mengenakan kartu identitas "pers" tersebut berdemonstrasi lantaran tidak terima atas ucapan Bupati Bogor, Ade Yasin mengenai wartawan bodrek (bodong) beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Anggota Brimob Gadungan Tipu Janda di Bogor, Bawa Kabur Mobil Dengan Alasan Dinas Luar

Namun, dalam orasinya beberapa kali mereka melontarkan umpatan kepada Ade Yasin. Satu di antaranya menyebutkan bahwa orang nomor satu Kabupaten Bogor itu tidak bermoral dan tidak beretika.

Setelah melontarkan umpatan terhadap Ade Yasin, beberapa orang marah. Sontak, keributan sempat terjadi, hingga Satpol PP dan kepolisian yang berjaga di lokasi melerai keributan tersebut.

Padahal, Ade Yasin tidak menyebut nama, maupun organisasi saat berbicara mengenai keresahannya terhadap wartawan gadungan di atas panggung kegiatan Rebo Keliling (Boling) di Kecamatan Klapanunggal, Rabu (16/6).

Saat itu, Ade Yasin mengaku tak segan akan mempolisikan wartawan "bodong" yang mengganggu kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat hingga ke tingkat desa.

"Sekarang kita ada program satu miliar satu desa (samisade). Nah yang begitu-begitu (wartawan bodong) pasti banyak yang mengganggu kades. Suka mencari-cari masalah ujung-ujungnya memeras dan mengancam," ungkapnya saat acara Rebo Keliling atau Boling di Klapanunggal, Bogor, Rabu (16/6).

Baca Juga: Selamat Tinggal Selamanya, Larissa Chou Pergi dari Bogor, Menetap di Bandung Setelah Cerai

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait