“Jadi pelajaran yang saya dapat, di mana pun, kapan pun, berbuat baik saja. Kita enggak tahu mati kapan, di mana, siapa yang mengurus. Do Your Best. Jangan sampai menyakiti orang,” ujar Ranni.
Di samping itu, Ranni juga berharap agar masyarakat menaati protokol kesehatan, sehingga tidak ada lagi korban dari keganasan Covid-19. Serta dia tak perlu lagi bertugas mengkafani jenazah Covid-19.
“Mungkin kasarnya gini, jangan sampai ada lagi orang-orang yang masuk peti jenazah, meninggal karena Covid-19,” tegasnya.
Di ujung wawawacara dengan Suara.com, Ranni mengaku tidak menyesal dengan pilihan yang diambilnya sebagai relawan pemulasaraan jenazah Covid-19.
Baca Juga:Cerita Bu Guru Terjun Urusi Jenazah Covid: Tegang di Hari Pertama hingga Ingat Mati
Dia juga tak lupa memberikan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang sudah memberikan arahan dan kepercayaan sebagai petugas pemulasaraan jenazah.
“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kepada Bu Mahwat dan Nyai Kuru yang sudah memberikan penjelasan tahap demi tahap dengan sangat jelas,” tutup Ranni Novianti.