Sejuk juga mengunggah beberapa gambar di mana warga memegang kertas berisi curahan hati mereka atas kondisi ini.
“Pesan untuk Presiden. 9 gereja di Aceh Singkil dibongkar begitu saja. Nasrani butuh keadilan di Aceh Singkil,” demikian ditunjukkan salah seorang umat.
Pada gambar lain, seorang perempuan menunjukan kertas yang bertuliskan bahwa mereka telah beribadah selama 6 tahun di bawah tenda, namun tak kunjung mendapat kepastian hukum
Diketahui, isu intoleransi di Aceh Singkil ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2015 lalu, sebuah gereja di Desa Sukamakmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, dibakar oleh oknum.
Baca Juga:Rombongan Terakhir Tim Olimpiade Tiba di Tanah Air, Jokowi Siap Menyambut di Istana
Pembakaran gereja tersebut merupakan buntut bentrok antarwarga yang menyebabkan satu korban jiwa dan empat korban luka.