alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bima Arya Minta Perbaiki Data Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 di Bogor

Andi Ahmad S Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:08 WIB

Bima Arya Minta Perbaiki Data Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 di Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya. [Dok. Pemkot Bogor]

Hal itu bertujuan kata Bima Arya, untuk memastikan berapa anak yatim piatu korban Covid-19 di Kota Bogor.

SuaraBogor.id - Wali Kota Bogor Bima Arya meminta agar data anak yatim piatu korban Covid-19 di Kota Bogor segera diperbaiki.

Hal itu bertujuan kata Bima Arya, untuk memastikan berapa anak yatim piatu korban Covid-19 di Kota Bogor.

Nantinya, Bima Arya mengungkapkan, bahwa akan ada program pendampingan anak yatim piatu korban Covid-19 di Kota Bogor.

Kepada Camat dan Lurah, ada tiga hal yang ditekankan Bima Arya, yaitu pembaharuan (update) data, laporan data terkait anak yatim dan dana yang terkumpul.

Baca Juga: Alasan Bupati Bogor Izinkan Wisata Taman Safari Beroperasi

Sedangkan aparatur wilayah di bawah koordinasi Asisten dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan, diminta supaya selalu memegang data mutakhir per hari.

Kepada Sekda Kota Bogor dan asisten, dirinya juga meminta laporan sesegera mungkin terkait 300 lebih anak yatim piatu korban Covid-19 untuk menentukan skemanya.

“Data terus diperbaharui, skema masing-masing keluarga dari anak yatim piatu masing-masing kecamatan dan kelurahan, bantuan apa saja yang dibutuhkan dan dana yang sudah terkumpul di rekap. Dalam satu minggu kedepan saya minta laporannya sudah tersedia. Jadi pemetaan dan penanganannya dari masing-masing wilayah itu seperti apa dan bagaimana,” kata Bima Arya saat memimpin briefing staff di Taman Ekspresi Sempur, menyadur dari Bogordaily.net -jaringan Suara.com, Kamis (26/8/2021).

Selain data terkini, aparatur wilayah juga diminta untuk mengunjungi dan memetakan anak yatim piatu di wilayahnya masing-masing. Hal ini karena kondisi dari anak-anak yatim piatu berbeda-beda.

Bima Arya menjelasan sejumlah kondisi tentang anak yatim, mereka ada yang yatim, piatu, ada yang sudah aman sekolahnya, ada yang kuliahnya perlu dibantu, ada yang cukup dengan BOS, ada juga yang cukup dibantu seragam, ada lagi yang rumahnya harus dibantu RTLH, ada keluarganya harus dialokasikan program PKH.

Baca Juga: Kasus Penganiayaan Habib Bahar ke Ryan Jombang Berujung Damai

“Ini saya tagih dan saya tidak main-main. Ini pendampingan yang terus dan jangka panjang,” tegasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait