alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

DPRD Sebut Pemicu Tawuran di Kota Bogor Adalah Alumni Bermasalah di Sekolah

Andi Ahmad S Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:41 WIB

DPRD Sebut Pemicu Tawuran di Kota Bogor Adalah Alumni Bermasalah di Sekolah
Ilustrasi tawuran pelajar. [Antara]

Menurut anggota DPRD Kota Bogor tersebut, tawuran di Kota Bogor terjadi karena adanya peran dari alumni yang bermasalah di sekolahnya masing-masing.

SuaraBogor.id - Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Said Muhammad Mohan turut menanggapi kaitan adanya pelajar Bogor tewas usai ditusuk dan dibacok beberapa waktu lalu.

Menurut anggota DPRD Kota Bogor tersebut, tawuran di Kota Bogor terjadi karena adanya peran dari alumni yang bermasalah di sekolahnya masing-masing. Hal tersebut menjadi pemicu utama terjadinya tawuran.

Mohan menyampaikan pernyataan tersebut usai rapat kerja bersama kantor cabang dinas pendidikan (KCD) Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor.

Rapat digelar menyusul tindak kekerasan pelajar berupa pengeroyokan terhadap siswa SMAN 7 berinisial RM hingga tewas di tempat, oleh siswa SMAN 6 berinisial RAP sebagai pelaku utama, dibantu ML.

Baca Juga: Lokasi SIM Keliling Kota Bogor Kamis 14 Oktober 2021

Dalam rapat tersebut, hadir pula Satpol-PP Kota Bogor, Satgas Pelajar, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Bogor dan aparatur wilayah, untuk menyelesaikan persoalan kekerasan pelajar yang masih terjadi di Kota Hujan ini.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi IV Said Muhammad Mohan dan diikuti juga oleh sekretaris Komisi IV Endah Purwanti serta anggota Komisi IV Sri Kusnaeni, Devie Prihartini Sultani, Anna Mariam Fadhilah, Eny Indari dan Ahmad Rifki Alaydrus.

“Akar permasalahan dari kekerasan pelajar dan kenakalan pelajar ini tidak lepas dari masih berkomunikasi dengan alumni. Jadi harus ada langkah kongkret dari KCD dan Pemkot Bogor untuk memutus mata rantai itu supaya tidak ada alumni yang mengendalikan dan melakukan kaderisasi," ungkap Mohan.

Bahkan ia merasa terkejut bahwa disebutkan dalam rapat tersebut, alumni sekolah-sekolah, khususnya sekolah menegah atas (SMA) membuat iuran wajib bagi siswa yang tidak ikut tawuran membayar Rp10 ribu dan yang ikut Rp2 ribu.

Dari rapat itu juga terungkap titik-titik lokasi kekerasan pelajar, diketahui berada di taman-taman Kota Bogor yang jarang diperhatikan, seperti taman Palupuh.

Baca Juga: Kualat! JK Babak Belur Diamuk Warga Gara-gara Maling Motor saat Salat Jumat

Untuk itu, Mohan meminta Disperumkim Kota Bogor agar lebih memperhatikan dan memaksimalkan penjagaan di taman-taman yang ada di Kota Bogor, bukan hanya di tengah kota.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait