alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga di Pasar Anjlok, Petani Buang 20 Ton Tomat Yang Baru Dipanen

Andi Ahmad S Senin, 06 Desember 2021 | 16:59 WIB

Harga di Pasar Anjlok, Petani Buang 20 Ton Tomat Yang Baru Dipanen
Seorang petani saat membuang tomat, karena kesal dengan harga yang mengalami penurunan [Fauzi/ Suarabogor.id]

Puluhan ton tomat yang dibuang merupakan bentuk kekesal sejumlah petani karena harga jual yang terus menurun.

SuaraBogor.id - Sebanyak 20 ton tomat hasil panen di Kampung Citawon, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, dibuang petani setelah harga jual anjlok sekitar 80 persen.

Puluhan ton tomat yang dibuang merupakan bentuk kekesal sejumlah petani karena harga jual yang terus menurun.

Uu (60) petani tomat asal Kampung Citawong mengatakan, saat ini harga jual tomat mencapai Rp 1.500 ribu per kilogram, padahal harga normalnya sebesar Rp 5 hingga Rp 6 ribu per kilogram.

"Karena harga jualnya yang terus-terusan mengalami penurunan, sehingga berapa ton tomat yang baru dipanen dibuang," katanya pada wartawan, Senin (06/12/2021).

Baca Juga: Festival Tanam Mina Padi, Kenalkan Pertanian kepada Milenial Lampung

Harga jual tomat tersebut, kata dia, terus mengalami penurunan sekitar satu bulan yang lalu. Disebabkan banyaknya stok barang, padahal disejumlah pasar kosong.

"Penyebab pastinya kurang tau, tapi kemungkinan karena banyaknya stok barang, sehingga harga tomat dipasaran terus mengalami penurunan," katanya.

Dirinya mengaku, telah mengalami kerugian hingga puluhan juta, akibat harga jual tomat yang terus mengalami penurunan, karena tidak sebanding dengan biaya tanaman dan perawatan hingga panen.

"Biaya untuk satu pohon tomat, yaitu sebesar Rp 10 ribu, dengan hasil panen mecapai 4 sampai 5 kilogram, sedangkan harga jualnya saat ini hanya Rp 1.500 per kilogram. Tentunya hal itu membuat para petani mengalami kerugian," ucapnya.

Selain itu Uu menambahkan, saat ini pun pupuk dan obat untuk merawat pohon tomat harganya terus mengalami kenaikan, kadang sulit untuk didapatkan.

Baca Juga: Harga Jual Sawit dan Karet Membaik, Nilai Tukar Petani Sumsel Naik

"Saya harap pemerintah, dinas serta institusi terkait untuk segera melakukan sejumlah upaya agar tidak terus mengalami kerugian seperti sekarang," ucapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait