alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nelayan di Cianjur Selatan Diminta Untuk Tidak Melaut, Ada Apa?

Andi Ahmad S Rabu, 08 Desember 2021 | 18:56 WIB

Nelayan di Cianjur Selatan Diminta Untuk Tidak Melaut, Ada Apa?
Ilustrasi nelayan di Cianjur selatan. (Dok : Istimewa)

Berdasarkan laporan dari BMKG puncak musim hujan diprediksi akan terjadi menjalang akhir hingga awal tahun.

SuaraBogor.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengimbau nelayan di pesisir Selatan Cianjur untuk tidak melaut, karena diprediksi akan terjadi gelombang tinggi.

Sekertaris BPBD Kabupaten Cianjur, Rudi Wibowo mengatakan, berdasarkan laporan dari BMKG puncak musim hujan diprediksi akan terjadi menjalang akhir hingga awal tahun.

"Tingginya curah hujan diakhir tahun tersebut, akan memicu terjadinya gelombang tinggi di Laut Cianjur selatan," kata dia saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (08/12/2021).

Oleh karena itu, kata Rudi, pihaknya meminta nelayan di Cianjur untuk tidak melaut sementara, karena dikhawatirkan dapat mencelakai para nelayan.

Baca Juga: Nelayan di Aceh Takut Melaut Gegara Gelombang Tinggi

"Karena laut di Cianjur selatan meruapan laut lepas dan langsung berhadapan dengan samudra hindia, gelombang tersebut bisa mencapai sekitar 5 hingga 10 meter. Karena itu nelayan diminta untuk tidak melaut," katanya.

Ia mengatakan, gelombang tinggi yang terjadi di laut Cianjur selatan tersebut, merupakan fenoma tahunan. Selain itu juga gelombang tinggi tersebut bisa mengakibatkan abrasi dibibir pantai.

"Bibir pantai di Cianjur selatan juga bisa terancam abrasi karena tingginya gelombang. Abrasi itu juga sudah beberapa kali terjadi beberapa waktu lalu," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini sudah memasang sejumlah rambu jalur evakuasi, dan tengah melalukan edukasi mitigasi kebencaan didaerah rawan terjadinya bencana dan dibibir pantai.

Kontributor : Fauzi Noviandi

Baca Juga: Rencana Penutupan Jalur Wisata Puncak Pada Libur Nataru

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait