"Transmigran Jabar banyak diminati di Indonesia, yang banyak meminta Kalimantan Tengah, Aceh, dan Sulawesi Tengah. Banyak sekali yang meminta dan memang seharusnya di 2021 ini jatah kita dari kementerian 45 orang, tapi dengan adanya pandemi refocusing 19 KK," kata dia.
Ridwan Kamil meminta kabupaten dan kota menyosialisasikan transmigrasi dan Pemprov Jabar berkoordinasi dengan pemerintah kota dan kabupaten untuk menyelenggarakan program ini.
Sebagai informasi, salah satu persoalan yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini adalah masih tingginya tingkat pengangguran terbuka.
Pada 5 November 2021 yang lalu, Badan Pusat Statistik telah merilis bahwa angkatan kerja Jawa Barat tahun 2021 sebesar 24,74 juta orang, yang bekerja sebanyak 22,31 juta orang dan yang menganggur sebanyak 2,43 juta orang atau 9,82 persen.
Meskipun ada penurunan sebesar 0,64 persen dari tahun lalu, namun demikian angka pengangguran di Jawa Barat masih termasuk tinggi apabila dibandingkan dengan Provinsi lain di indonesia.
Hal ini tentu selain disebabkan karena jumlah penduduk di Jawa Barat yang cukup tinggi yaitu sebesar 49,94 juta orang, juga karena arus migrasi ke Jawa Barat cukup tinggi.
Di samping itu, akibat pandemi COVID-19 berdampak secara signifikan terhadap sektor formal ketenagakerjaan, berdasarkan data BPS bahwa pekerja yang terdapak akibat pandemi COVID-19 di Jawa Barat sebesar 460.000 orang.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Bus Operasional Pekerja/Buruh Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu Dan Kabupaten Bandung Barat.