Terekam CCTV, Viral Pengamen Ondel-Ondel Pukul Anak Kecil di Depok, Pelaku Langsung Ditangkap Polisi

Aksi pemukulan ini tertangkap kamera CCTV milik warga yang tinggal di sekitar tempat kejadian.

Andi Ahmad S
Rabu, 09 Februari 2022 | 16:41 WIB
Terekam CCTV, Viral Pengamen Ondel-Ondel Pukul Anak Kecil di Depok, Pelaku Langsung Ditangkap Polisi
Ilustrasi pemukulan. (Suaraindonesia)

SuaraBogor.id - Seorang pengamen ondel-ondel memukul anak kecil di wilayah RT 6 RW 4, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat viral di media sosial.

Aksi pemukulan ini tertangkap kamera CCTV milik warga yang tinggal di sekitar tempat kejadian.

Dari video viral tersebut terlihat pelaku tiba-tiba menghampiri sekumpulan anak kecil yang duduk di pos ronda.

Setelah melakukan percakapan singkat, pelaku langsung memukul dan menendang salah satu dari 5 anak tersebut.

Baca Juga:Belajar Nyetir Malah Berakhir Nyungsep, Wanita Ini Bikin Salfok Gegara Masih Sempat Foto Usai Kecelakaan

Korban terlihat tak berdaya saat dipukuli. Dia tidak membalas dan hanya tersungkur sampai pelaku pergi bersama rombongan pengamen ondel-ondelnya.

Sementara keempat teman korban pun tidak berkutik. Mereka hanya berteriak beberapa kali setelah temannya tersungkur, namun masih dipukuli pelaku.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Beji, Kompol Agus Khaeron mengaku tidak tahu pasti alasan pelaku memukuli korban.

"Kelihatannya ada ketersinggungan penyebabnya, tapi belum jelas. (Pelaku) ditanya, gak jelas juga," ungkapnya, Rabu (9/2/2022).

Pemukulan terhadap anak kecil oleh pengamen ondel-ondel ini terjadi Selasa (8/2/2022).

Baca Juga:Viral Restoran Spesial Tiram Ramai Dikritik Publik, Begini Klarifikasi dari Pemiliknya

Tidak butuh waktu lama, pelaku berhasil diamankan pada malam harinya dan diserahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestro Depok.

"Pelaku yang diamankan 1 orang. Karena memang yang melakukan pemukulan, nendang sama mukul 1 orang," beber Agus.

Menurut Dia, PPA Polrestro Depok menjadi mediator dan menyelsaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

Pasalnya, baik korban maupun pelaku merupakan anak di bawah umur.

"Jadi dipanggil orang tuanya dan diselesaikan secara kekeluargaan, biar dia tetap sekolah. Kan kasihan juga kalau seandainya ditahan," kata Agus.

Keluarga korban dan pelaku datang saat mediasi. Mereka sepakat berdamai dengan syarat, pelaku tidak mengulangi perbuatannya dan mengganti biaya pengobatan korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini